Direktur Perumda Air Minum Danum Taka Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur Abdul Rasyid. ANTARA/Nyaman Bagus Purwaniawan
Antisipasi Krisis Air, Pemkab PPU Tingkatkan Kapasitas Penampungan Air Baku
Silvana Febiari • 16 September 2026 14:17
Penajam Paser Utara: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Penajam Paser Utara (PPU), Provinsi Kalimantan Timur meningkatkan kapasitas penampungan air baku di instalasi pengolahan air (WTP) Sotek dan Lawe-Lawe. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi krisis air bersih saat musim kemarau.
"Krisis air bersih akibat kemarau harus di atasi salah satunya dengan peningkatan penampungan air baku," ujar Direktur Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Danum Taka Kabupaten Penajam Paser Utara Abdul Rasyid, dilansir dari Antara, Rabu, 16 September 2026.
Meski hujan sempat mengguyur Penajam Paser Utara, debit air baku belum meningkat signifikan. Akibatnya, produksi air bersih masih 180 liter per detik dan belum kembali normal.
Debit Sungai Lawe-Lawe sebagai sumber air baku menurun saat musim kemarau. Kondisi ini menyebabkan produksi air bersih Perumda Air Minum Danum Taka Kabupaten Penajam Paser Utara ikut berkurang.
"Penambahan kapasitas daya tampung salah satu solusi mengurangi risiko krisis air baku di musim kemarau," ucapnya.
.jpg)
Penyaluran air bersih. ANTARA FOTO/Irfan Sumanjaya/agr
Pemkab Penajam Paser Utara memperdalam fasilitas penampungan air baku di WTP. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi krisis air baku saat musim kemarau.
Biaya pengerjaan peningkatan kapasitas penampungan tersebut dialokasikan Rp1,9 miliar dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Penajam Paser Utara. Selain itu, PT Pertamina (Persero) memberikan dukungan Rp350 juta melalui dana tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL).
Pendalaman penampungan air baku WTP Sotek dan kolam retensi di sekitar Bendungan Lawe-Lawe dikerjakan Dinas PUPR. Sementara dana TJSL Pertamina digunakan untuk menormalisasi kolam retensi di sekitar Bendungan Lawe-Lawe.