Militer Pakistan menggelar operasi keamanan di Balochistan. (Anadolu Agency)
15 Tentara Pakistan dan 92 Militan Tewas dalam Bentrokan di Balochistan
Willy Haryono • 1 February 2026 13:40
Balochistan: Sedikitnya 15 tentara Pakistan dan 92 militan tewas dalam serangkaian operasi kontraterorisme yang dilakukan pasukan keamanan di provinsi Balochistan, Pakistan, menurut pernyataan militer pada Minggu, 1 Februari 2026.
Operasi tersebut dilancarkan setelah kelompok militan etnis Baloch melakukan serangan di sejumlah lokasi pada Sabtu. Militer Pakistan menyebut para militan berupaya mengganggu stabilitas dan ketertiban dengan melakukan aksi teror di dan sekitar Quetta, Mastung, Nushki, Dalbandin, Kharan, Panjgur, Tump, Gwadar, dan Pasni.
Pasukan keamanan dan aparat penegak hukum yang berada dalam status siaga tinggi disebut merespons cepat dan berhasil menggagalkan upaya militan untuk mengacaukan keamanan.
“Pasukan kami yang gagah berani terlibat pertempuran dengan para teroris secara presisi. Setelah operasi penyisiran yang panjang, intens, dan berani di seluruh Balochistan, sebanyak 92 teroris berhasil dilumpuhkan, termasuk tiga pelaku bom bunuh diri,” demikian pernyataan militer Pakistan yang dikutip The Telegraph Online.
Militan juga dilaporkan menyerang warga sipil, menewaskan 18 orang, termasuk perempuan, anak-anak, lansia, dan para pekerja.
Dalam rangkaian operasi dan baku tembak tersebut, 15 personel militer Pakistan dilaporkan gugur.
Militer menyatakan operasi sterilisasi masih terus berlangsung di wilayah terdampak. Para penghasut, pelaku, fasilitator, dan pihak yang membantu aksi-aksi tersebut ditegaskan akan dibawa ke hadapan hukum.
Sabtu kemarin, sebanyak 41 militan dari kelompok terlarang Tehreek-e-Taliban Pakistan (TTP) juga dilaporkan tewas dalam operasi terpisah di distrik Panjgur dan Harnai.
Operasi Militer di Balochistan
Sementara itu, kelompok separatis terlarang Baloch Liberation Army mengklaim bertanggung jawab atas serangan-serangan tersebut. Kelompok itu menyatakan serangan dilakukan secara serentak di seluruh provinsi dan mengklaim telah menewaskan 84 personel keamanan Pakistan, serta menyebut operasi berlangsung selama 15 jam.Sayap media militer Pakistan menyatakan serangan tersebut dilakukan oleh militan yang didukung India dan menegaskan bahwa pasukan keamanan berhasil menggagalkan upaya penguasaan kota maupun instalasi strategis apa pun. Tuduhan dukungan asing ini sebelumnya telah dibantah oleh India.
“Dengan keberhasilan operasi selama dua hari terakhir, total teroris yang tewas dalam kampanye keamanan di Balochistan kini mencapai 133 orang,” ujar militer.
Militer menambahkan bahwa kampanye kontraterorisme yang disetujui oleh Federal Apex Committee di bawah National Action Plan akan terus dilanjutkan secara penuh hingga militansi dapat diberantas.
Balochistan merupakan provinsi terbesar namun termiskin di Pakistan dan telah lama dilanda pemberontakan bersenjata oleh kelompok militan etnis Baloch. Dalam beberapa tahun terakhir, kekerasan di wilayah ini meningkat signifikan.
Data lembaga riset keamanan menunjukkan jumlah korban tewas akibat kekerasan di Balochistan naik dari 787 menjadi 956 orang tahun lalu, atau meningkat hampir 22 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Secara nasional, serangan teror dan kekerasan di Pakistan juga meningkat tajam sepanjang 2025.
Serangan di Gwadar
Di Gwadar, kelompok militan menyerang sebuah kamp yang menampung pekerja migran, menewaskan 11 orang. Korban tewas terdiri atas lima pria, tiga perempuan, dan tiga anak-anak.Pasukan keamanan dilaporkan menewaskan enam militan setelah merespons serangan tersebut.
Sementara itu, situasi sempat dilaporkan kritis di distrik Noshki setelah kelompok bersenjata menculik pejabat sipil tertinggi setempat. Dalam sebuah video di media sosial, pejabat tersebut mengaku berada dalam tahanan militan.
Di ibu kota provinsi Quetta, sejumlah jalan sempat diblokir oleh kelompok bersenjata dan ledakan terdengar di dekat kawasan dengan tingkat keamanan tinggi. Otoritas setempat kemudian menyatakan situasi berhasil dikendalikan, meski operasi penyisiran masih terus berlangsung.
Baca juga: Serangan Separatis di Balochistan Pakistan Tewaskan Delapan Polisi