Lebih dari 230 Jurnalis Tewas di Gaza, UNRWA: Tempat Paling Berbahaya bagi Media

Kepala UNRWA Philippe Lazzarini. (Anadolu Agency)

Lebih dari 230 Jurnalis Tewas di Gaza, UNRWA: Tempat Paling Berbahaya bagi Media

Willy Haryono • 26 January 2026 10:12

Gaza: Komisaris Jenderal Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) Philippe Lazzarini menyatakan bahwa Jalur Gaza telah menjadi tempat paling berbahaya di dunia bagi jurnalis dan pekerja kemanusiaan. Ia menyebut lebih dari 230 jurnalis tewas selama konflik di wilayah tersebut.

Mengutip laman resmi UNRWA, Lazzarini mengatakan pelarangan jurnalis untuk memasuki Gaza justru memperkuat kampanye disinformasi dan narasi ekstremis terkait situasi di lapangan.

“Jurnalis Palestina adalah mata dan telinga kami dalam melaporkan kengerian perang di Gaza. Mereka menggambarkan kekuatan manusia dan dampaknya, serta bekerja dengan keberanian dan ketabahan meski menghadapi risiko besar,” ujar Lazzarini yang dikutip Antara, Senin, 26 Januari 2026.

Ia menambahkan bahwa para jurnalis bekerja berdampingan dengan pekerja kemanusiaan dalam mendokumentasikan kondisi warga sipil.

Menurut Lazzarini, pembatasan akses jurnalis ke Gaza bertujuan untuk mendiskreditkan laporan langsung dan kesaksian organisasi kemanusiaan internasional, sekaligus merendahkan martabat warga Palestina.

Sebelumnya, tim pembongkaran Israel yang dikawal aparat kepolisian mulai merobohkan markas UNRWA di Yerusalem Timur pada Selasa, 20 Januari.

Pemerintah Israel menyatakan lahan tempat kompleks tersebut berdiri merupakan milik negara Israel, serta menuding UNRWA telah disusupi oleh kelompok pejuang Hamas.

UNRWA, yang selama ini menyediakan bantuan kemanusiaan, layanan pendidikan, dan kesehatan bagi warga Palestina di Tepi Barat dan Gaza, menolak tuduhan tersebut. Badan PBB itu menegaskan bahwa fasilitasnya dilindungi oleh konvensi internasional.

Baca juga: Indonesia Kutuk Keras Penghancuran Fasilitas UNRWA di Yerusalem Timur

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Willy Haryono)