Jumlah Korban Longsor Cisarua Bertambah, Jadi 60 Bodypack

Evakuasi korban longsor di Cisarua, Bandung Barat. (Istimewa)

Jumlah Korban Longsor Cisarua Bertambah, Jadi 60 Bodypack

Roni Kurniawan • 30 January 2026 19:24

Bandung: Tim SAR gabungan berhasil menemukan dan evakuasi lima bodypack dalam operasi pencarian dan pertolongan korban bencana longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, pada hari ketujuh, Jumat, 30 Januari 2026. Total korban dalam insiden bencana tersebut menjadi 60 bodypack.

"Sampai dengan hari ketujuh ini, alhamdulillah kita menemukan lima bodypack dan langsung kita serahkan kepada DVI. Dengan demikian, jumlah korban yang telah berhasil dievakuasi sebanyak 60 bodypack," ujar Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, di Posko Basarnas, Desa Pasirlangu, Jumat, 30 Januari 2026.


Operasi SAR korban longsor Cisarua, Bandung Barat. (Istimewa)

Berdasarkan laporan awal jumlah korban terdampak, masih terdapat sekitar 20 warga yang dinyatakan hilang dan terus dilakukan pencarian oleh Tim SAR Gabungan. Syafii menegaskan, hasil asesmen yang melibatkan berbagai pihak, termasuk DVI, Sekretaris Daerah, serta unsur terkait lainnya, menjadi dasar keputusan untuk melanjutkan operasi pencarian secara maksimal.

"Dari hasil asesmen bersama, akhirnya diputuskan operasi pencarian dan pertolongan terus kita laksanakan dengan melibatkan kekuatan semaksimal mungkin. Mudah-mudahan sebelum 14 hari masa tanggap darurat yang ditetapkan pemerintah daerah, seluruh korban dapat kita temukan," beber Syafii. 

Syafii mengungkap, dalam operasi tersebut mengerahkan kekuatan besar dari unsur udara, darat, dan teknologi. Unsur udara didukung lima unit helikopter dan satu pesawat pilatus porter, sementara pemantauan dari udara juga dibantu 22 unit drone.

Selain itu, unsur darat melibatkan lebih dari 3 ribu potensi SAR gabungan, khususnya dari TNI dan Polri. Kemudian, sebanyak 22 anjing pelacak (K9) dikerahkan untuk membantu pencarian korban di area longsoran.

"Selama ini alat berat belum bisa maksimal karena faktor cuaca dan medan. BNPB juga terus melakukan modifikasi cuaca, mudah-mudahan ke depan kondisi cuaca bisa lebih mendukung," jelas Syafii.

Syafii menegaskan, operasi SAR di Pasirlangu dilakukan selama 24 jam tanpa henti. Meski demikian, pengaturan waktu istirahat tetap diberlakukan bagi unsur udara dan darat demi menjaga keselamatan personel.

"Operasi ini berjalan 24 jam. Unsur udara dan darat akan kita tarik untuk istirahat secara bergantian, tetapi posko dan unsur-unsur lainnya tetap berjalan," ungkap Syafii.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Lukman Diah Sari)