Penanganan Lubang Raksasa di Aceh Tengah Jadi Prioritas Nasional

Lubang raksasa di wilayah Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah, Aceh. Foto: Metrotvnews.com/Fajri Fatmawati

Penanganan Lubang Raksasa di Aceh Tengah Jadi Prioritas Nasional

Fajri Fatmawati • 6 February 2026 17:23

Aceh Tengah: Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo meninjau langsung lokasi lubang raksasa akibat longsoran di Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah, Aceh. Kunjungan ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden RI melalui Sekretaris Kabinet agar penanganan di wilayah tersebut menjadi prioritas nasional.

Dody mengatakan, Kementerian PU telah menyiapkan 34 item pekerjaan teknis untuk menangani kondisi geologi yang belum stabil. Pekerjaan tersebut meliputi grouting, penguatan struktur tanah, serta penanganan aliran sungai di sekitar lokasi longsor

“Saya minta pekerjaan fisiknya langsung dilakukan. Ini tidak bisa ditunda,” kata Dody, Jumat, 6 Februari 2026.
 



Berdasarkan hasil kajian tim Kementerian PU bersama Universitas Syiah Kuala (USK), ditemukan adanya pergerakan air bawah tanah yang memicu ketidakstabilan lereng. Selain itu, aliran Sungai Peusangan diduga menyusup ke area jalan melalui gua alami di sekitar lokasi.

“Gua itu basah, artinya ada air yang masuk. Itu yang akan kita tutup dan kendalikan,” ujar Dody.

Untuk mencegah longsor meluas, Kementerian PU akan membangun penahan aliran sungai, melakukan grouting di antara gua dan badan jalan, serta memperkuat struktur tanah di beberapa titik kritis. Dody berharap langkah ini dapat menyelamatkan sekitar 80 meter jalur jalan utama yang tersisa agar tidak runtuh. 

“Harapannya tidak melebar lagi. Kalau ini sampai longsor, dampaknya bisa ke inflasi karena di sini ada perkebunan cabai,” ucap Dody.


Lubang raksasa di wilayah Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah, Aceh. Foto: Metrotvnews.com/Fajri Fatmawati

Terkait waktu pengerjaan, Dody menegaskan penanganan harus segera dimulai tanpa menunggu tahun anggaran berikutnya. “Kalau bisa dikerjakan kemarin, ya dikerjakan kemarin. Kita perlu sedikit data tambahan, tapi pekerjaan fisik harus jalan sekarang,” tegasnya.

Selain penanganan longsor, ia juga menyoroti kondisi jalan dan jembatan di wilayah tengah Aceh. Ia menyebut sejumlah jembatan bailey yang saat ini digunakan perlu segera diganti dengan jembatan permanen karena volume lalu lintas yang terus meningkat. 

“Kalau trafik makin tinggi, struktur jembatan darurat bisa jadi masalah,” jelas Dody.


Lubang raksasa di wilayah Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah, Aceh. Foto: Metrotvnews.com/Fajri Fatmawati


Dody menambahkan bahwa seluruh pekerjaan penanganan bencana di Aceh akan melibatkan masyarakat terdampak melalui program padat karya. Menurutnya, kebijakan ini telah diinstruksikan sejak pertengahan Desember lalu.

“Masyarakat yang kehilangan mata pencaharian sementara bisa ikut bekerja dan mendapatkan upah harian. Ini bagian dari pemulihan,” ungkap Dody.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Silvana Febiari)