Lubang Raksasa di Aceh Tengah Dipastikan Bukan Sinkhole, Ini Penjelasan Pakar USK

PLN bergerak cepat melakukan relokasi jaringan transmisi 150 kV Bireuen-Takengon ke lokasi yang lebih aman menyusul terjadinya longsoran sinkhole di Desa Pondok Balik, Kabupaten Aceh Tengah. (Dokumentasi/PLN)

Lubang Raksasa di Aceh Tengah Dipastikan Bukan Sinkhole, Ini Penjelasan Pakar USK

Fajri Fatmawati • 5 February 2026 12:39

Banda Aceh: Lubang raksasa akibat gerakan tanah dan longsor yang terus meluas di Kecamatan Ketol dan sejumlah wilayah Kabupaten Aceh Tengah dipastikan bukan fenomena sinkhole. Pakar kebencanaan dan ahli geofisika Universitas Syiah Kuala (USK), Nazli Ismail, menegaskan secara geologis peristiwa tersebut wajar terjadi di Aceh Tengah yang didominasi material vulkanik berpasir.

"Secara sekilas kita lihat di sana, itu bukan bagian dari sinkhole, karena kalau sinkhole itu terjadi penurunan tanah akibat dari daerah-daerah karst. Memang betul Aceh Tengah atau Benar Meriah juga bagian dari karst, tapi karena material yang di atas itu pasir, jadi yang kita bisa bilang itu lebih ke tanah bergerak atau longsoran bukan bagian dari sinkhole," kata Nazli kepada Metrotvnews.com, Kamis, 5 Februari 2026.


Pakar kebencanaan dan ahli geofisika Universitas Syiah Kuala (USK), Prof. Dr. Nazli Ismail. Foto: Metrotvnews.com/Fajri Fatmawati

Menurut Nazli, sinkhole umumnya terjadi akibat runtuhan tanah di kawasan karst. Sementara di Aceh Tengah, meski memiliki bentang alam karst, lapisan atas tanahnya didominasi pasir hasil endapan letusan gunung api yang belum padat, sehingga sangat rentan mengalami pergerakan.

“Material pasir itu hakikatnya hasil letusan gunung api. Ketika belum padat, daya ikatnya lemah dan mudah runtuh,” ujar Nazli.

Kondisi tersebut membuat tanah mudah turun membentuk jurang besar ketika dipicu oleh gempa bumi atau curah hujan tinggi seperti yang terjadi pada akhir tahun lalu. Ia menjelaskan, hujan berkepanjangan menyebabkan air meresap ke dalam tanah dan melemahkan ikatan antarbutir pasir.

"Bahkan tanpa hujan, pergerakan air tanah dari daerah yang lebih tinggi ke tempat rendah dapat memicu runtuhan, terutama di area yang berdekatan dengan jalan dan dilalui kendaraan berat," ungkap Nazli.

Nazli menegaskan, tanpa proteksi dan mitigasi yang serius, fenomena ini akan terus meluas. “Tanpa ada proteksi dan mitigasi, pasti terjadi perluasan karena hampir seluruh material di sekitar lokasi berupa pasir,” jelas Nazli.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Lukman Diah Sari)