Tak Perlu Rujukan Jauh, Wamenkes Sebut Cath Lab RSUD Tangerang Setara RS Nasional

Wakil Menteri Kesehatan dr. Benjamin Paulus Octavianus saat meninjau n layanan Cardiac Catheterization Laboratory (Cath Lab) di RSUD Kota Tangerang. ANTARA/Irfan

Tak Perlu Rujukan Jauh, Wamenkes Sebut Cath Lab RSUD Tangerang Setara RS Nasional

Deny Irwanto • 15 February 2026 21:33

Tangerang: Akses layanan kesehatan jantung dan stroke bagi peserta Jaminan Kesehatan Nasional di Kota Tangerang kini semakin dekat. Layanan Catheterization Laboratory (Cath Lab) di RSUD Kota Tangerang resmi siap melayani peserta BPJS untuk tindakan medis yang lebih cepat, akurat, dan minimal invasif. 

Kehadiran fasilitas ini diharapkan memberi rasa tenang bagi warga yang membutuhkan penanganan darurat kardiovaskular tanpa harus dirujuk jauh ke luar daerah.

Peresmian kerja sama Instalasi Pelayanan Kardioserebrovaskular Terpadu antara RSUD Kota Tangerang dan BPJS Kesehatan dilakukan oleh Wali Kota Tangerang Sachrudin bersama Wakil Menteri Kesehatan RI Benjamin Paulus Octavianus, Gubernur Banten Andra Soni, serta Direktur Utama BPJS Kesehatan Ali Ghufron Mukti.

"Saya sangat mengapresiasi kolaborasi yang baik hingga pelayanan Cath Lab ini hadir untuk pengobatan dan terapi pasien jantung dan stroke. Fasilitasnya setara rumah sakit jantung nasional, dan bisa ditanggung BPJS alias gratis. Ini kabar baik bagi masyarakat," kata Benjamin seperti dilansir Antara, Sabtu, 14 Februari 2026.

Dengan beroperasinya cath lab tersebut, peserta BPJS di wilayah Tangerang dan sekitarnya kini memiliki akses tindakan kateterisasi jantung di rumah sakit daerah. Penanganan yang lebih cepat dinilai penting untuk menekan risiko komplikasi berat akibat serangan jantung maupun stroke, sekaligus mempercepat waktu respons medis.


Suasana peresmian kerja sama Instalasi Pelayanan Kardioserebrovaskular Terpadu antara RSUD Kota Tangerang dan BPJS Kesehatan. Dokumentasi/ istimewa

Selain penguatan layanan kuratif, pemerintah juga memperluas pendekatan preventif melalui Pos Kesehatan Merah Putih. Program ini diarahkan untuk mendekatkan deteksi dini faktor risiko penyakit kepada masyarakat di titik-titik aktivitas publik.

“Jangan sampai terlanjur sakit. Mencegah lebih baik daripada mengobati. Kalau masyarakat lebih sehat, anggaran pengobatan akan lebih optimal dan tidak terlalu membebani pemerintah daerah maupun BPJS,” jelasnya.

Sementara Gubernur Banten, Andra Soni, menambahkan dua Pos Kesehatan Merah Putih telah dihadirkan di Pasar Anyar dan Pasar Ciledug. Lokasi tersebut dipilih karena menjadi pusat interaksi harian warga sehingga pemeriksaan dasar lebih mudah dijangkau.

“Di pasar, pusat interaksi warga terjadi setiap hari. Di sana masyarakat bisa cek gula darah, kolesterol, dan pemeriksaan dasar lainnya. Ini bentuk nyata mendekatkan layanan promotif dan preventif agar beban rumah sakit bisa berkurang,” ungkapnya.

Wali Kota Tangerang, Sachrudin, menegaskan layanan cath lab untuk peserta BPJS merupakan hasil kolaborasi lintas pihak, mulai dari pemerintah daerah hingga pemangku kepentingan sektor kesehatan.

“Alhamdulillah, berkat dukungan Gubernur dan seluruh stakeholder, operasional Cath Lab dapat berjalan dan Pos Kesehatan Merah Putih hadir di Kota Tangerang. Ini bukti bahwa ketika kita bersatu dan berkolaborasi, layanan kesehatan berkualitas bisa dihadirkan untuk masyarakat,” ujar Sachrudin.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Deny Irwanto)