Wall Street Ambruk di Tengah Kekhawatiran Konflik AS-Iran yang Berkobar Lagi

Ilustrasi. Foto: dok Xinhua.

Wall Street Ambruk di Tengah Kekhawatiran Konflik AS-Iran yang Berkobar Lagi

Husen Miftahudin • 18 August 2026 08:12

New York: Bursa saham Amerika Serikat (AS) di Wall Street ditutup melemah pada perdagangan Senin waktu setempat. Tekanan pasar terjadi di tengah kenaikan harga minyak dan imbal hasil obligasi pemerintah AS akibat meningkatnya kekhawatiran terhadap risiko geopolitik.

Mengutip Xinhua, Selasa, 18 Agustus 2026, indeks Dow Jones Industrial Average turun 272,63 poin atau 0,51 persen menjadi 53.459,78. Indeks S&P 500 terkoreksi 40,7 poin atau 0,52 persen menjadi 7.745,06. Sementara itu, indeks Nasdaq Composite melemah 84,25 poin atau 0,32 persen menjadi 26.644,91.

Dari 11 sektor utama S&P 500, sebanyak 10 sektor berakhir di zona merah. Sektor layanan komunikasi dan barang konsumsi pokok mencatat penurunan terbesar, masing-masing 1,47 persen dan 1,46 persen. Sektor energi menjadi satu-satunya sektor yang menguat dengan kenaikan 0,87 persen.
 

 

Kekhawatiran konflik AS-Iran tekan pasar


Tekanan terhadap saham meningkat pada perdagangan sore setelah nota kesepahaman antara AS dan Iran berakhir pada Senin. Kondisi tersebut memicu kekhawatiran investor terhadap potensi eskalasi kembali konflik kedua negara.

Sentimen geopolitik turut mendorong kenaikan harga minyak karena pasar mencermati potensi gangguan terhadap pasokan energi.

Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman September naik USD2,10 atau 2,55 persen menjadi USD84,50 per barel di New York Mercantile Exchange.

Sementara itu, minyak mentah Brent untuk pengiriman Oktober naik USD2,35 atau 2,65 persen menjadi USD90,87 per barel di London ICE Futures Exchange.

Tekanan terhadap pasar saham juga datang dari pengetatan kondisi keuangan. Imbal hasil obligasi Treasury AS tenor 10 tahun dan 30 tahun terus meningkat di tengah kekhawatiran terhadap kenaikan utang nasional.

Imbal hasil obligasi Treasury AS tenor 30 tahun naik 5 basis poin menjadi 5,31 persen. Level tersebut merupakan yang tertinggi sejak Juni 2007.


(Ilustrasi Wall Street. Foto: iStock)
 

Pergerakan saham


Di tengah pelemahan pasar secara keseluruhan, saham-saham sektor memori justru mencatat kinerja positif. ETF Roundhill Memory naik 5,36 persen.

Sejumlah saham yang menjadi komponennya, termasuk SanDisk, Western Digital, SK Hynix, Micron Technology, dan Seagate Technology, juga berakhir menguat.

Pelaku pasar selanjutnya mencermati keputusan kebijakan Federal Reserve (The Fed) serta sejumlah laporan kinerja perusahaan ritel yang dijadwalkan sepanjang pekan ini.

Sejumlah peritel besar AS, seperti Walmart, Target, Lowe's, dan Home Depot, dijadwalkan menyampaikan laporan keuangan kuartalan.

(Husen Miftahudin)