Monumen Perang Dunia II di Washington Jadi Sasaran Vandalisme Cairan Kimia

Monumen Perang Dunia II di Washington, AS, terkena aksi vandalisme dengan cairan kimia dan cat. (7news)

Monumen Perang Dunia II di Washington Jadi Sasaran Vandalisme Cairan Kimia

Willy Haryono • 15 August 2026 12:21

Washington: Monumen Perang Dunia II di Washington, Amerika Serikat, menjadi sasaran vandalisme pekan ini.

Pelaku mencemari kolam air mancur dengan zat kimia hingga berbusa serta menyemprotkan cat berwarna merah dan hijau di sejumlah bagian monumen. Salah satu sisi monumen juga dicoret dengan tulisan “Tangan bersih, uang kotor."

Pemerintah Amerika Serikat mengecam aksi tersebut dan mengatakan akan menindak pihak yang bertanggung jawab. Departemen Dalam Negeri AS menyebut vandalisme tersebut sebagai tindakan yang menghina dan tidak dapat ditoleransi.

“Kepolisian Taman Nasional AS sudah berada di lokasi dan penyelidikan sedang berlangsung. Masyarakat perlu tahu bahwa kami akan menemukan orang yang bertanggung jawab atas tindakan ini,” ujar pernyataan Departemen Dalam Negeri AS yang dikutip India Today, Jumat, 14 Agustus 2026.

Kepolisian Taman Nasional kemudian mengamankan lokasi dan memasang garis polisi untuk mencegah pengunjung mendekati area yang terdampak. Aparat melakukan penyelidikan untuk mengidentifikasi pelaku serta menentukan jenis zat yang digunakan untuk mencemari air mancur.

Monumen Penghormatan bagi Korban Perang Dunia II

Monumen Perang Dunia II terletak di kawasan National Mall dan secara resmi dibuka pada 2004.

Monumen tersebut memiliki 56 pilar granit yang mengelilingi sebuah pelataran berbentuk elips. Bangunan itu didirikan untuk mengenang warga Amerika yang bertugas dan gugur selama Perang Dunia II.

Menurut data yang tercantum dalam informasi mengenai monumen tersebut, sekitar 400 ribu warga AS tewas selama perang, sementara sekitar 16 juta warga Amerika bertugas dalam angkatan bersenjata.

Perang Dunia II memiliki posisi khusus dalam sejarah Amerika Serikat dan kerap dipandang sebagai salah satu simbol persatuan nasional. Namun, sejumlah aspek keterlibatan AS dalam perang tersebut masih menjadi bagian dari perdebatan publik, termasuk keputusan Washington menjatuhkan bom atom di Hiroshima dan Nagasaki, Jepang, pada 1945.

Aksi vandalisme tersebut terjadi di tengah perdebatan yang lebih luas mengenai penggunaan dan pengelolaan monumen serta situs bersejarah di Washington.

Presiden Donald Trump dalam beberapa bulan terakhir juga mendorong perubahan terhadap sejumlah monumen dan situs yang berkaitan dengan sejarah perang Amerika Serikat. Kebijakan tersebut memicu perdebatan mengenai bagaimana sejarah nasional seharusnya dipresentasikan di ruang publik.

Penyelidikan terhadap vandalisme Monumen Perang Dunia II masih berlangsung. Pemerintah AS belum mengumumkan identitas maupun motif pelaku. (Razaqa Hariz)

Baca juga:  Tim AS Telusuri Jejak Tentara Hilang Era Perang Dunia II di Biak

(Willy Haryono)