Harga Minyak Dunia Turun, Brent ke USD87,07 per Barel

Ilustrasi. Foto: Magnific.

Harga Minyak Dunia Turun, Brent ke USD87,07 per Barel

Ade Hapsari Lestarini • 14 August 2026 08:00

New York: Harga minyak mentah dunia tercatat turun pada perdagangan Kamis waktu setempat. Harga minyak West Texas Intermediate untuk pengiriman September turun USD2,02 atau 2,43 persen menjadi USD81,25 per barel di New York Mercantile Exchange.

Melansir Xinhua, Jumat, 14 Agustus 2026, minyak mentah Brent untuk pengiriman Oktober turun USD1,91 dolar atau 2,15 persen menjadi USD87,07 per barel di London ICE Futures Exchange.

Harga minyak melemah setelah sempat mencatat kenaikan baru-baru ini, di tengah ketidakpastian mengenai prospek pengiriman minyak dari kawasan Teluk melalui Selat Hormuz.

Kondisi tersebut menyusul klaim kendali atas jalur perairan vital tersebut baik oleh Presiden AS Donald Trump maupun pihak Iran.

"Kami mengakui The Fed telah gagal mencapai target inflasinya selama lima tahun terakhir. Meski demikian, kemajuan tampaknya sedang dicapai dan ekspektasi inflasi konsumen masih berada dalam kisaran yang dapat ditoleransi, yang mengindikasikan kecilnya risiko dampak putaran kedua terhadap harga akibat lonjakan harga energi," tulis bank ING.


Ilustrasi. Foto: Magnific.
 

 

Wall Street menguat


Di sisi lain, saham-saham Amerika Serikat (AS) berakhir menguat pada perdagangan Kamis waktu setempat. Penguatan terjadi seiring penurunan harga minyak dan respons investor terhadap data inflasi grosir yang lebih rendah dari perkiraan.

Adapun indeks Dow Jones Industrial Average naik 69,72 poin atau 0,13 persen menjadi 53.839,99. Indeks S&P 500 bertambah 50,49 poin atau 0,65 persen menjadi 7.798,99. Sementara itu, indeks Komposit Nasdaq meningkat 214,54 poin atau 0,81 persen menjadi 26.803,03.

Tujuh dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir di zona hijau. Sektor layanan komunikasi dan real estat memimpin kenaikan masing-masing sebesar 1,56 persen dan 1,34 persen. Sementara itu, sektor material dan energi memimpin penurunan masing-masing sebesar 0,73 persen dan 0,09 persen.

(Ade Hapsari Lestarini)