Delapan Warga Dilaporkan Tewas dalam Serangan Israel di Gereja Gaza

Bagian dari Gereja Ortodoks Yunani Saint Porphyrius di Kota Gaza yang hancur diserang Israel. Foto: Anadolu

Delapan Warga Dilaporkan Tewas dalam Serangan Israel di Gereja Gaza

Fajar Nugraha • 20 October 2023 15:48

Gaza: Kementerian dalam negeri Gaza mengatakan delapan pengungsi yang berlindung di kompleks gereja di Gaza tewas dan terluka setelah serangan Israel pada Kamis malam 19 Oktober 2023.

 

“Serangan itu menyebabkan sejumlah besar orang menjadi martir dan terluka di kompleks Gereja Ortodoks Yunani Saint Porphyrius di Kota Gaza,” kata kementerian tersebut, seperti dikutip AFP, Jumat 20 Oktober 2023.

 

Para saksi mata mengatakan, kepada AFP bahwa serangan tersebut tampaknya ditujukan pada sasaran yang dekat dengan tempat ibadah di mana banyak warga Gaza mengungsi ketika perang berkecamuk di daerah kantong Palestina.

 

Dihubungi oleh AFP, Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengatakan, jet tempurnya telah menyerang pusat komando dan kendali yang terlibat dalam peluncuran roket dan mortir ke arah Israel.

 

“Akibat serangan IDF, tembok sebuah gereja di daerah itu rusak,” kata keterangan itu.

 

“Kami mengetahui laporan mengenai korban jiwa. Insiden ini sedang ditinjau,” imbuh pihak IDF.

 

Para saksi mata mengatakan, serangan itu merusak bagian depan gereja dan menyebabkan bangunan di dekatnya runtuh, dan banyak orang yang terluka dievakuasi ke rumah sakit.

 

Saint Porphyrius adalah gereja tertua yang masih digunakan di Gaza dan terletak di lingkungan bersejarah kota tersebut.

 

Kejahatan perang

Patriarkat Ortodoks Yerusalem menyatakan “kecaman paling keras” atas serangan di kompleks gerejanya.

 

“Menargetkan gereja-gereja dan lembaga-lembaganya, serta tempat perlindungan yang mereka sediakan untuk melindungi warga yang tidak bersalah, terutama anak-anak dan perempuan yang kehilangan rumah mereka akibat serangan udara Israel di wilayah pemukiman selama 13 hari terakhir, merupakan kejahatan perang yang tidak dapat diabaikan,” kata Patriarkat dalam sebuah pernyataan.

 

Gereja tersebut tidak jauh dari Rumah Sakit Arab Al-Ahli, yang terkena serangan udara mematikan pada hari Selasa.

 

Kedua belah pihak yang terlibat dalam perang saling menyalahkan atas pembantaian berdarah tersebut, namun asal muasal serangan maupun jumlah korban tewas tidak dapat diverifikasi secara independen.

 

Hamas menuduh Israel menyerang rumah sakit selama kampanye pengeboman besar-besaran, dan kementerian kesehatan yang dikelola Hamas di Gaza menyebutkan jumlah korban tewas sebanyak 471 orang, meskipun jumlah tersebut masih diperdebatkan.

 

Militer Israel menyalahkan roket Jihad Islam yang salah sasaran – sebuah versi yang didukung oleh Amerika Serikat, yang komunitas intelijennya memperkirakan antara 100 dan 300 orang tewas.

 

Menjelaskan kerusakan yang terjadi pada gereja, IDF menekankan bahwa “Hamas dengan sengaja menanamkan asetnya di wilayah sipil dan menggunakan penduduk Jalur Gaza sebagai tameng manusia”.

 

Gaza dilanda rentetan tembakan Israel yang tiada henti sebagai pembalasan atas serangan militan Hamas pada 7 Oktober, yang menurut Israel menewaskan sedikitnya 1.400 orang, sebagian besar dari mereka adalah warga sipil.

 

Pengeboman Israel sejak itu telah menewaskan sedikitnya 3.785 warga Palestina di Jalur Gaza, sebagian besar dari mereka adalah warga sipil, menurut kementerian kesehatan Hamas.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
Viral!, 18 Kampus ternama memberikan beasiswa full sampai lulus untuk S1 dan S2 di Beasiswa OSC. Info lebih lengkap klik : osc.medcom.id
(Fajar Nugraha)