Lokasi ledakan bom diduga sisa Perang Dunia II di Biak Numfor, Papua. (Dok Bid Humas Polda Papua)
Tiga Korban Ledakan Bom PD II di Biak Masih Dicari
Lukman Diah Sari • 2 June 2026 11:05
Jayapura: Penanganan pascaledakan yang diduga berasal dari bom peninggalan Perang Dunia (PD) II di Kompleks Perikanan, Jalan Wolter Monginsidi, Kelurahan Fandoi, Distrik Biak Kota, Kabupaten Biak Numfor, Papua, terus dilakukan oleh tim gabungan TNI-Polri, Basarnas, Pemerintah Daerah, dan instansi terkait lainnya. Tim gabungan juga masih mencari tiga korban lainnya yang masih hilang.
“Fokus pencarian saat ini dilakukan di area Ring 2, khususnya wilayah pantai dan perairan sekitar lokasi kejadian. Sementara area Ring 1 yang diduga menjadi sumber ledakan masih belum dinyatakan aman atau steril sehingga belum dapat dilakukan pencarian secara maksimal,” ujar Kapolres Biak Numfor AKBP Ari Trestiawan, di Biak Numfor, dalam rilis resmi yang diterima pada Selasa, 2 Juni 2026.
Kapolres menjelaskan bahwa lima korban meninggal dunia telah dievakuasi dan telah dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Sorido, Distrik Biak Kota. Namun, tim gabungan masih terus melakukan pencarian terhadap tiga korban lainnya yang belum ditemukan.
Dalam proses pencarian, tim gabungan yang melibatkan Basarnas berhasil menemukan 13 potongan bagian tubuh. Kemudian, temuan tersebut diserahkan kepada Tim Identifikasi Polda Papua dan RSUD Biak untuk dilakukan pemeriksaan.
"Seluruh benda berbahaya yang ditemukan tersebut telah diamankan dan dilakukan disposal atau pemusnahan pada Senin sore sekitar pukul 18.00 WIT," jelas dia.
Petugas juga menemukan satu granat aktif lainnya yang telah dimodifikasi. Namun karena kondisi cuaca yang mulai gelap serta pasang air laut yang menghambat jarak pandang dan mobilitas personel di lapangan, proses pemusnahan dijadwalkan akan dilaksanakan pada Selasa, 2 Juni 2026.
“Kami tidak ingin mengambil risiko. Besok tim Jibom akan kembali melaksanakan sterilisasi dan penyisiran menyeluruh di area Ring 1 untuk memastikan tidak ada lagi benda berbahaya yang dapat mengancam keselamatan masyarakat maupun petugas,” jelas Kapolres.

Tim Penjinak Bom (Jibom) Detasemen Gegana Sat Brimob Polda Papua melakukan sterilisasi area ledakan bekas perang dunia II, di Biak Numfor, Papua. (Dok Bid Humas Polda Papua)
Untuk mendukung proses tersebut, Tim Jibom akan tetap berada di Biak hingga seluruh lokasi dinyatakan aman. Pada Selasa, 2 Juni 2026, juga akan diperkuat dengan tambahan lima personel Gegana serta dukungan Tim Inafis Polda Papua guna membantu proses identifikasi dan olah tempat kejadian perkara.
Berdasarkan data terbaru, jumlah korban luka ringan tercatat sebanyak 18 orang, dengan dua di antaranya masih menjalani perawatan di RSUD Biak. Sementara jumlah warga yang mengungsi mencapai 56 orang, terdiri dari 43 orang dewasa dan 13 balita.
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Biak Numfor telah membentuk tim terpadu yang melibatkan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk menangani dampak sosial pasca kejadian. Tim tersebut terdiri dari unsur Dinas Perikanan, Dinas Kesehatan, Dinas Perumahan, pemerintah distrik, pemerintah kelurahan, serta instansi teknis lainnya. Pemerintah daerah juga telah menyiapkan lokasi pengungsian sementara bagi warga terdampak dan memastikan kebutuhan dasar masyarakat dapat terpenuhi selama proses sterilisasi lokasi berlangsung.