Telkom Bakal Likuidasi 12-14 Anak Usaha, Danantara Pastikan Tak Ada PHK

Gedung Telkom. Foto: dok Telkom.

Telkom Bakal Likuidasi 12-14 Anak Usaha, Danantara Pastikan Tak Ada PHK

Husen Miftahudin • 9 June 2026 12:44

Jakarta: Kepala Badan Pengelola BUMN (BP BUMN) sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria mengungkapkan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) akan melikuidasi atau menutup sekitar 12 hingga 14 anak usaha sebagai bagian dari proses restrukturisasi bisnis.
 
"Yang dilikuidasi 12 atau 14. Saya lupa, nanti dicek," ujar Dony usai menghadiri Rapat Kerja bersama Komisi VI DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, dikutip dari Antara, Selasa, 9 Juni 2026.
 
Dony memastikan langkah tersebut tidak akan menimbulkan pemutusan hubungan kerja (PHK). Menurut dia, karyawan dari entitas yang ditutup akan dikonsolidasikan ke perusahaan lain di dalam kelompok usaha Telkom.
 
"Misalkan kayak fiber optic, itu nanti terkonsolidasi ada beberapa perusahaan yang jadi satu. Kan, size-nya jadi besar, karyawannya ikut. Kan banyaknya merger," tegas Dony.
 

Baca juga: BP BUMN Rampingkan 57 Entitas Bisnis Pupuk Indonesia Jadi 17, Kelar Akhir Tahun!


(Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Dony Oskaria. Foto: dok Antara)
 

Perampingan Telkom Group dikebut

 
Dalam kesempatan terpisah, BP BUMN bersama Danantara menyepakati percepatan program streamlining atau perampingan Telkom Group. Jumlah anak usaha Telkom ditargetkan berkurang dari 67 entitas menjadi 19 entitas pada akhir 2026.
 
Langkah tersebut dilakukan untuk memperkuat posisi Telkom sebagai strategic holding digital nasional sekaligus meningkatkan efektivitas operasional dan daya saing perusahaan.
 
Sejumlah program prioritas juga terus dipercepat, antara lain konsolidasi FiberCo BUMN, pengembangan Data Center, TowerCo, dan InfraCo, serta penataan lisensi di lingkungan Telkom Group.
 
Melalui transformasi tersebut, BP BUMN dan Danantara mendorong penguatan tata kelola perusahaan, optimalisasi aset, serta konsolidasi ekosistem digital nasional agar BUMN semakin adaptif dan kompetitif di tengah perkembangan industri digital.

(Husen Miftahudin)