Trump Akan Hadiri KTT NATO di Turki pada Juli Mendatang

Presiden AS Donald Trump. (Anadolu Agency)

Trump Akan Hadiri KTT NATO di Turki pada Juli Mendatang

Muhammad Reyhansyah • 3 June 2026 12:30

Ankara: Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump akan menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) NATO yang dijadwalkan berlangsung di Ankara pada 7-8 Juli mendatang, menurut Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan.

Dalam wawancara dengan Bloomberg TV saat berkunjung ke Singapura pada Selasa, 2 Juni 2026, Fidan menjawab bahwa sejauh yang diketahui pemerintah Turki, Trump memang berencana menghadiri pertemuan tersebut.

Fidan mengatakan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan beberapa kali berbicara melalui telepon dengan Trump selama bulan lalu.

Menurutnya, dalam setiap percakapan itu, Trump menyampaikan niatnya untuk berpartisipasi dalam KTT NATO di Ankara.

Fidan juga menegaskan bahwa Amerika Serikat tetap berkomitmen terhadap NATO meskipun terdapat berbagai pernyataan politik yang memunculkan spekulasi mengenai masa depan Washington di aliansi tersebut.

Ia mengatakan tidak ada indikasi bahwa AS akan merealisasikan ancaman untuk keluar dari NATO.

“Amerika Serikat terus menekan sekutu-sekutunya untuk meningkatkan belanja pertahanan dan mengambil tanggung jawab yang lebih besar atas keamanan mereka sendiri,” ujar Fidan, dikutip dari Anadolu, Selasa, 2 Juli 2026.

Menurutnya, negara-negara Eropa telah menangkap pesan tersebut dan mulai mengambil langkah untuk meningkatkan anggaran pertahanan dalam kerangka NATO.

“Ketika para pemimpin bertemu, kami akan meninjau kemajuan yang telah dicapai,” tambahnya.

Turki Soroti Negosiasi AS-Iran


Fidan juga menegaskan dukungan Ankara terhadap perundingan antara Amerika Serikat dan Iran. Ia mengatakan kedua pihak menunjukkan upaya yang “tulus” untuk memperpanjang gencatan senjata yang saat ini berlaku.

Meski demikian, Fidan memperingatkan bahwa serangan Israel terhadap Hezbollah di Lebanon selatan dapat menjadi ancaman serius bagi proses diplomatik yang sedang berlangsung.

“Saya yakin Amerika dan Iran bersikap tulus. Mereka menginginkan gencatan senjata dan pembukaan kembali Selat Hormuz, tetapi saya tidak yakin dengan niat Israel,” kata Fidan.

Ketegangan di Timur Tengah meningkat sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada Februari.

Tehran kemudian membalas dengan menyerang Israel dan sekutu-sekutu AS di kawasan Teluk serta menutup Selat Hormuz.

Gencatan senjata mulai berlaku pada 8 April melalui mediasi Pakistan. Namun, pembicaraan lanjutan di Islamabad belum menghasilkan kesepakatan permanen.

Sejak saat itu, kedua pihak terus saling bertukar proposal dan usulan balasan dalam upaya melanjutkan dialog langsung dan mengakhiri konflik.

Baca juga:  AS Dilaporkan Bahas Perluasan Penempatan Senjata Nuklir NATO di Eropa

(Willy Haryono)