Tim Peduli Aceh–Sumatra meresmikan masjid yang selesai direnovasi di beberapa wilayah Aceh. Dokumentasi/ istimewa.
Dari Tangerang untuk Aceh, Renovasi Masjid Bangkitkan Harapan Pascabanjir
Deny Irwanto • 8 May 2026 18:26
Jakarta: Semangat gotong royong dan kepedulian lintas daerah kembali terlihat melalui renovasi tiga masjid terdampak banjir di Aceh oleh Tim Peduli Aceh–Sumatra asal Kota Tangerang. Kehadiran bantuan tersebut bukan hanya memulihkan bangunan rumah ibadah, tetapi juga menghidupkan kembali harapan masyarakat yang sempat terdampak bencana.
Wali Kota Tangerang, Sachrudin, mengapresiasi langkah kemanusiaan yang dilakukan masyarakat Kota Tangerang untuk membantu warga Aceh bangkit pascabencana banjir.
"Masjid bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga pusat kehidupan masyarakat. Karena itu, ketika masjid kembali berdiri dan kembali digunakan, maka semangat masyarakat untuk bangkit juga ikut tumbuh. Semoga bantuan ini menjadi penguat ukhuwah dan membawa manfaat bagi masyarakat Aceh,” kata Sachrudin di Kota Tangerang, Jumat, 8 Mei 2026.
Renovasi tersebut merupakan bagian dari program perbaikan 12 masjid terdampak banjir hasil kolaborasi masyarakat Kota Tangerang bersama pemerintah daerah, DPRD Kota Tangerang, MUI, BAZNAS, PPPA Daarul Qur’an, dan berbagai komunitas sosial lainnya.
Meski baru diresmikan pada Mei 2026, proses renovasi ketiga masjid itu sebenarnya telah rampung sebelum Ramadan. Warga pun sudah kembali memanfaatkan masjid untuk pelaksanaan Salat Tarawih hingga Salat Idulfitri tahun ini.

Tim Peduli Aceh–Sumatra meresmikan masjid yang selesai direnovasi di beberapa wilayah Aceh. Dokumentasi/ istimewa.
Kehadiran Tim Peduli di Aceh juga membawa pesan tentang pentingnya solidaritas di tengah musibah. Bantuan yang diberikan dinilai menjadi penguat semangat masyarakat untuk kembali menjalani aktivitas dan ibadah dengan nyaman.
Dalam kegiatan tersebut, Sekretaris Daerah Aceh Tamiang, Syuaibun Anwar turut menyampaikan apresiasi atas dukungan masyarakat Kota Tangerang bagi warga terdampak banjir di Aceh.
“Kami sangat mengapresiasi kepedulian masyarakat Kota Tangerang yang telah membantu renovasi masjid-masjid terdampak banjir. Bantuan ini sangat berarti bagi masyarakat kami,” jelas Syuaibun.
Sementara Datuk Penghulu Kampung Mananggini, Moh. Jali, mengaku terharu melihat masjid di wilayahnya kembali berdiri setelah sempat rusak parah akibat banjir. Menurutnya renovasi tersebut menjadi harapan baru bagi masyarakat untuk kembali beribadah dengan aman dan nyaman.
“Waktu kejadian banjir, kondisi masjid sangat parah. Untuk masuk saja rasanya berat karena kerusakan begitu besar. Lumpur menimbun masjid sampai sekitar satu meter dan kami tidak tahu harus mulai renovasi dari mana,” ungkap Jali.
Ketua Tim Peduli, Ika Lestari, mengatakan renovasi masjid bukan hanya soal membangun fisik bangunan, tetapi juga menghidupkan kembali optimisme masyarakat pascabencana.
“Ini bukan hanya tentang bangunan masjid, tetapi juga tentang menghadirkan kembali semangat masyarakat untuk bangkit pascabencana,” katanya.
Hal serupa disampaikan Bendahara Tim Peduli sekaligus Ketua Yayasan Daarul Qur’an Nusantara, Anwar Sani. Menurutnya, musibah justru mempertemukan banyak pihak dalam semangat kepedulian.
"Tanpa adanya bencana ini, mungkin kami tidak sampai ke sini dan tidak bertemu langsung dengan masyarakat Aceh. Musibah ini mempertemukan banyak hati untuk saling peduli dan membantu," ujarnya.