Kontribusi Investasi ke Ekonomi Naik, Capai 32% di Kuartal I 2026

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinator Penanaman Modal (BKPM) Rosan Roeslani. MI/Insi Nantika Jelita

Kontribusi Investasi ke Ekonomi Naik, Capai 32% di Kuartal I 2026

Eko Nordiansyah • 5 May 2026 14:48

Jakarta: Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani menyebut investasi menyumbang sekitar 32 persen terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,61 persen pada kuartal I 2026.

Rosan mengatakan kontribusi investasi tersebut lebih tinggi dibandingkan tren sebelumnya yang umumnya berada pada kisaran 28 hingga 29 persen.

“Alhamdulillah pertumbuhan ekonomi 5,61 persen ini menunjukkan bahwa ekonomi kita berjalan sangat baik, sangat positif,” kata Rosan usai rapat di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, dikutip dari Antara, Selasa, 5 Mei 2026.

Ia menjelaskan dari total pertumbuhan tersebut, investasi memberikan kontribusi sekitar 1,8 persen poin.

“Kalau dari porsi saya, tentunya dari segi investasi, itu menyumbang 32 persen dari total pertumbuhan 5,61 persen atau sekitar 1,8 persen,” ujarnya.

Menurut dia, peningkatan kontribusi investasi tersebut menjadi salah satu faktor yang mendorong kinerja ekonomi nasional tetap kuat. Rosan mengatakan selama ini investasi umumnya berkontribusi di bawah 30 persen terhadap pertumbuhan ekonomi.

“Selama ini investasi itu menyumbangkan kurang lebih biasanya 28 sampai 29 persen. Ya alhamdulillah, ini (meningkat menjadi) 32 persen,” kata dia.



(Ilustrasi. Foto: Dok MI)

Dampak positif investasi ke pertumbuhan ekonomi

Ia menilai capaian tersebut mencerminkan aktivitas investasi yang berjalan di atas target pada periode tersebut. Menurutnya, kinerja investasi yang kuat memberikan dampak positif terhadap berbagai sektor ekonomi.

Rosan menambahkan kontribusi investasi yang lebih besar diharapkan dapat menjaga momentum pertumbuhan ekonomi ke depan.

Ia mengatakan pemerintah akan terus mendorong iklim investasi agar tetap kondusif di tengah dinamika global. Selain itu, peningkatan investasi juga dinilai memperkuat kepercayaan pelaku usaha terhadap kondisi ekonomi domestik.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi Indonesia tumbuh sebesar 5,61 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) pada triwulan I-2026.

Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menyatakan pertumbuhan tersebut ditopang oleh aktivitas ekonomi domestik yang tetap kuat.

Secara nilai, Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia pada triwulan I 2026 tercatat mencapai Rp3.447,7 triliun atas dasar harga konstan (ADHK) dan Rp6.187,2 triliun atas dasar harga berlaku (ADHB).

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Eko Nordiansyah)