Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Foto: Metro TV/Muhammad Alvi Randa.
Pramono Targetkan Tambora Keluar dari Daftar RW Kumuh
Muhammad Alvi Randa • 10 May 2026 09:08
Jakarta: Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memberikan perhatian khusus terhadap penataan kawasan Tambora, Jakarta Barat, yang dikenal sebagai wilayah dengan tingkat kepadatan penduduk tertinggi. Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI menargetkan kawasan yang rawan bencana kebakaran ini segera keluar dari daftar Rukun Warga (RW) kumuh di Ibu Kota.
“Kami akan melakukan pembenahan (RW kumuh di Tambora),” kata Pramono dalam acara Deklarasi Gerakan Pilah Sampah dan Pencanangan HUT ke-499 Kota Jakarta di car free day (CFD) kawasan Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Minggu, 10 Mei 2026.
Baca Juga :
Pramono menjelaskan bahwa tingkat kepadatan yang ekstrem di Tambora menjadi pemicu utama tingginya frekuensi kebakaran. Kondisi permukiman yang berimpitan membuat risiko bencana sulit dihindari tanpa adanya langkah penataan kawasan secara komprehensif dari pemerintah daerah.
“Karena salah satu frekuensi kebakaran tertinggi di Jakarta itu di Tambora, karena tingkat kepadatannya yang cukup tinggi. Sehingga dengan demikian, Tambora akan menjadi perhatian Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan juga Wali Kota Jakarta Barat,” tegasnya.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Foto: Tangkapan layar program Live Event Metro TV.
Langkah pembenahan nantinya akan difokuskan pada perbaikan infrastruktur dasar, mulai dari pelebaran jalan lingkungan untuk akses pemadam kebakaran, penataan ulang bangunan, hingga perbaikan instalasi kelistrikan. Upaya ini merupakan bagian dari misi besar Pemprov DKI untuk menuntaskan sisa 211 RW kumuh yang masih tersebar di Jakarta.
Melalui koordinasi dengan Pemerintah Kota Jakarta Barat, Pramono optimistis perubahan tata ruang di Tambora tidak hanya menekan angka kebakaran, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup dan kesehatan masyarakat di lingkungan padat penduduk tersebut.