Harga Minyak Dunia Turun Lagi di Tengah Meredanya Konflik Timteng

Ilustrasi, eksplorasi migas lepas pantai. Foto: Xinhua.

Harga Minyak Dunia Turun Lagi di Tengah Meredanya Konflik Timteng

Husen Miftahudin • 6 May 2026 08:18

Houston: Harga minyak dunia melanjutkan penurunan dalam perdagangan Asia pada Rabu karena tanda-tanda meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah (Timteng) mengimbangi kekhawatiran pasokan yang masih ada, dengan investor juga mempertimbangkan penurunan tajam dalam persediaan minyak mentah Amerika Serikat (AS).
 
Mengutip Investing.com, Rabu, 6 Mei 2026, harga kontrak berjangka minyak Brent sebagai patokan harga minyak internasional untuk kontrak beli atau jual pada Juli turun sebanyak 1,2 persen menjadi USD108,60 per barel.
 
Sementara harga kontrak berjangka minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) sebagai standar untuk penetapan harga minyak di AS di masa depan, turun sebesar 1,4 persen menjadi USD100,88 per barel. Kedua kontrak tersebut ditutup empat persen lebih rendah pada sesi sebelumnya.
 

Baca juga: Sempat Melonjak Tajam, Harga Minyak Dunia Turun


(Ilustrasi pergerakan harga minyak. Foto: dok ICDX)
 

Pelayaran komersial di Selat Hormuz segera pulih

 
Presiden AS Donald Trump mengatakan Washington akan menghentikan sementara operasi yang bertujuan untuk memulihkan pelayaran komersial melalui Selat Hormuz, sehingga meningkatkan harapan terhadap terobosan diplomatik dengan Iran.
 
"Kami telah sepakat bersama bahwa, meskipun blokade akan tetap berlaku sepenuhnya, Proyek Kebebasan (pergerakan kapal melalui Selat Hormuz) akan dihentikan sementara untuk jangka waktu singkat, untuk melihat apakah perjanjian tersebut dapat diselesaikan dan ditandatangani," tulis Trump dalam sebuah unggahan di media sosial.
 
Jeda konflik ini terjadi setelah meningkatnya ketegangan awal pekan ini, ketika inisiatif "Project Freedom" Trump untuk mengamankan lalu lintas maritim melalui selat tersebut memicu respons militer dari Iran. Teheran meningkatkan serangan terhadap kapal dan infrastruktur energi regional, meningkatkan kekhawatiran tentang gangguan pasokan.
 
Di sisi lain, yang membatasi penurunan harga minyak adalah tanda-tanda pengetatan pasokan AS. Data dari American Petroleum Institute menunjukkan persediaan minyak mentah turun sebesar 8,1 juta barel pada minggu terakhir, penurunan yang jauh lebih besar dari perkiraan.
 
Penurunan tajam dalam persediaan menggarisbawahi permintaan yang kuat dan pasokan yang terbatas. Sehingga memberikan dukungan terhadap harga bahkan ketika premi risiko geopolitik mereda.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Husen Miftahudin)