Bupati: Pendaki Korban Erupsi Gunung Dukono Masuk Tanpa Izin

Bupati Halmahera Utara Piet Hein Babua. (MTVN/Ifan Gusti)

Bupati: Pendaki Korban Erupsi Gunung Dukono Masuk Tanpa Izin

9 May 2026 20:52

Jakarta: Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi satu pendaki Gunung Dukono dalam keadaan meninggal, pada Sabtu, 9 Mei 2026, sehingga tersisa dua pendaki lain yang masih dalam pencarian. Bupati Halmahera Utara Piet Hein Babua mengungkap, bahwa pendakian yang dilakukan tersebut tak berizin.

"Mereka masuk tanpa izin dan dibawa oleh guide dan tanpa ada pemberitahuan ke pemerintah daerah," ujar Piet, di Halmahera Utara, Sabtu, 9 Mei 2026.

Dia menerangkan bahwa pemerintah daerah telah mengeluarkan peringatan kepada masyarakat maupun wisatawan untuk tidak mendekati kawasan Gunung Dukono. Masyarakat dilarang beraktivitas di sekitar Gunung Dukono. 

"Pemerintah daerah telah memberikan warning tertanggal 17 April 2025 tertutup permanen, dan masayarkat dilarang beraktivitas di area Gunung Dukuno," papar dia. 

Tim SAR gabungan mengevakuasi pendaki hilang korban erupsi Gunung Dukono. (Dok BPBD Kabupaten Halmahera Utara)

Sementara itu, kata dia, pihaknya telah memberikan pelayanan terhadap tujuh pendaki warga negara asing (WNA) asal Singapura yang ditemukan selamat. Menurut Piet, para WNA itu telah dilakukan pemeriksaan Kesehatan. 

"Mereka luka ringan, bisa rawat jalan," ucap dia. 

Dua Pendaki Masih Dicari

Sementara itu, tim SAR gabungan masih melakukan pencarian dua pendaki WNA yang masih dinyatakan hilang. Terbaru, tim SAR mendapati dua titik timbunan material pasir dalam radius sekitar tiga meter dari lokasi penemuan korban meninggal E.

"Dua titik tersebut diduga kuat berkaitan dengan dua korban lain yang masih dalam pencarian," ujar Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari, dalam keterangan resmi, pada Sabtu malam, 9 Mei 2026.


Berdasarkan hasil evaluasi operasi SAR hari ini, tim gabungan kembali melanjutkan penyisiran pada Minggu, 10 Mei 2026. Pencarian dikhususkan terhadap dua titik timbunan material yang telah ditandai menggunakan koordinat GPS (Global Positioning System). (IFAN GUSTI)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Lukman Diah Sari)