KRI Canopus-936 tiba di Cape Town, Afrika Selatan, Senin, 13 April 2026. (Kemlu RI)
Spesifikasi KRI Canopus-936, KRI Penyelamat Kapal Selam Pertama TNI AL
Riza Aslam Khaeron • 11 May 2026 18:15
Jakarta: Kapal KRI Canopus-936 akhirnya tiba setelah menempuh pelayaran selama 57 hari dari Jerman. Kedatangan kapal ini secara resmi memperkuat jajaran alutsista Angkatan Laut TNI sebagai kapal bantu hidro-oseanografi mutakhir sekaligus kapal penyelamat kapal selam pertama Indonesia pada Senin, 11 Mei 2026.
Berdasarkan penjelasan TNI, kapal ini bertujuan untuk penguatan kemampuan pertahanan maritim nasional, khususnya dalam misi penyelamatan kapal selam (submarine rescue), dan survei strategis bawah laut.
"Dengan adanya kedatangan KRI Canopus-936 baru ini mudah-mudahan beberapa perairan yang tadinya belum tersentuh bisa dipetakan," kata Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Muhammad Ali saat jumpa pers usai menerima KRI Canopus-936 di dermaga Kolinlamil Jakarta, Senin, 11 Mei 2026, melansir Antara.
KRI Canopus-936 merupakan hasil kerja sama antara Indonesia dan Jerman. Proyek konstruksi ini melibatkan beberapa perusahaan besar, dengan PT Palindo Marine, serta perusahaan galangan kapal dari Jerman seperti Abeking & Rasmussen dan Fassmer.
Lantas, seberapa canggih kapal tersebut? Berikut adalah ulasannya.
Spesifikasi KRI Canopus-936

Ilustrasi kapal KRI Canopus. (Dok. Fassmer)
Berdasarkan hasil penelusuran, termasuk dari laman resmi Fassmer, berikut adalah spesifikasi kapal hasil kerja sama Jakarta dan Berlin tersebut:
| Komponen | Spesifikasi KRI Canopus-936 |
|---|---|
| Jenis kapal | Kapal Bantu Hidro-Oseanografi (BHO) |
| Nomor lambung | 936 |
| Operator | TNI AL, di bawah Pushidrosal |
| Panjang | 105 meter |
| Lebar | 16 meter |
| Displacement/bobot | 3.772 ton |
| Kecepatan maksimum | 29,6 km/jam (16 knot) |
| Ketahanan operasi | Hingga 60 hari di laut |
| Awak/personel | 93 prajurit |
| Kapasitas tambahan | Sekitar 200 ton untuk modul/peralatan misi |
| Helideck | Dapat menampung 1 helikopter hingga 12 ton MTOW, tanpa hanggar |
| Persenjataan | Meriam 20 mm dan senapan mesin 12,7 mm |
| Baca Juga: TNI AL Resmi Terima KRI Penyelamat Kapal Selam Pertama |
KRI Canopus-936 resmi masuk ke jajaran TNI AL melalui prosesi shipnaming, delivery, commissioning, dan pengukuhan komandan di Galangan Abeking & Rasmussen, Lemwerder, Jerman, pada 12 Februari 2026. Berdasarkan informasi di laman resmi Kementerian Luar Negeri RI, dengan teknologi sensor bawah laut mutakhir, kapal ini mampu memetakan dasar laut hingga kedalaman 11.000 meter.
Kapal ini juga dilengkapi dengan berbagai teknologi pendukung, di antaranya Hydrographic Survey Launcher (HSL), Autonomous Underwater Vehicle (AUV), Remotely Operated Vehicle (ROV), Autonomous Surface Vehicle (ASV), serta Unmanned Aerial Vehicle (UAV) untuk menjalankan misi survei bawah laut secara komprehensif.
Selain itu, TNI AL berencana mendatangkan unit kapal selam penyelamat atau Submersed Rescue Vehicle (SRV) tipe SRV-F Mk.3. Kapal ini memiliki kapasitas angkut hingga 50 orang penumpang dan tiga kru, yang dijadwalkan akan diintegrasikan dengan KRI Canopus-936 setidaknya tahun 2027. Hal ini bertujuan untuk mengoptimalkan prosedur evakuasi penyelamatan kapal selam maupun pesawat yang jatuh di laut.
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun Google News Metrotvnews.com