Myanmar adalah negara penyumbang sekitar 90 persen batu rubi dunia. (Local Library)
Penambang Myanmar Temukan Batu Rubi Kolosal, Beratnya Capai 11.000 Karat
Willy Haryono • 9 May 2026 16:12
Naypyidaw: Sekelompok penambang di Myanmar berhasil menemukan sebuah batu rubi kolosal yang kini dinobatkan sebagai temuan terbesar kedua berdasarkan beratnya di negara Asia Tenggara tersebut.
Media pemerintah melaporkan penemuan tersebut dengan menonjolkan ukuran serta kualitasnya yang luar biasa.
Dilansir dari Independent, Sabtu, 9 Mei 2026, batu rubi mentah dengan berat mencapai 11.000 karat atau sekitar 2,2 kilogram itu ditemukan pada pertengahan April lalu di dekat Mogok, wilayah Mandalay bagian atas.
Wilayah ini merupakan pusat industri pertambangan permata di Myanmar yang belakangan ini kerap dilanda pertempuran sengit akibat perang saudara yang meluas.
Meski pada tahun 1996 pernah ditemukan batu yang lebih besar seberat 21.450 karat, rubi yang baru ditemukan ini dinilai lebih berharga karena warna dan kejernihannya yang istimewa.
Batu tersebut dideskripsikan memiliki rona merah keunguan dengan sentuhan warna kekuningan yang halus, tingkat transparansi sedang, serta permukaan yang sangat reflektif.
Myanmar menyumbang sekitar 90 persen rubi dunia, yang sebagian besar berasal dari wilayah Mogok dan Mong Hsu. Perdagangan batu permata ini, baik yang legal maupun ilegal, merupakan sumber pendapatan yang signifikan bagi negara tersebut.
Pertambangan Batu Permata di Myanmar
Sejumlah organisasi hak asasi manusia, termasuk Global Witness yang berbasis di Inggris, secara konsisten mendesak para pengusaha perhiasan untuk berhenti membeli permata dari Myanmar. Desakan ini didasari atas peran industri tersebut dalam mendanai pemerintahan militer selama beberapa dekade terakhir.Pemerintahan sipil baru yang dibentuk tahun ini melalui pemilihan umum yang dikecam kelompok oposisi sebagai sandiwara, kembali menetapkan Presiden Min Aung Hlaing sebagai pemimpin. Min Aung Hlaing, yang merupakan panglima militer di balik pengambilalihan kekuasaan pada 2021, dilaporkan telah memeriksa langsung rubi raksasa tersebut di kantornya di ibu kota Naypyitaw.
Di luar kendali negara, pertambangan batu permata juga menjadi sumber pendanaan utama bagi berbagai kelompok etnis bersenjata yang memperjuangkan otonomi, sebuah faktor yang memperparah konflik internal selama puluhan tahun. Keamanan di wilayah pertambangan ini tetap sangat tidak stabil.
Kota Mogok sendiri sempat dikuasai pada Juli 2024 oleh Tentara Pembebasan Nasional Ta’ang (TNLA), sebuah kekuatan gerilya etnis minoritas Palaung.
Meski TNLA sempat mengoperasikan tambang tersebut untuk sementara waktu, kendali wilayah akhirnya dikembalikan kepada militer Myanmar sebagai bagian dari kesepakatan gencatan senjata yang dimediasi oleh Tiongkok pada akhir tahun lalu. (Kelvin Yurcel)
Baca juga: Daftar 10 Batu Permata Termahal di Dunia, Nilainya Fantastis