Petugas BPBD Kota Banjarmasin saat memantau potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah pinggiran kota pada 22 Juli 2026. (ANTARA/HO-BPBD Banjarmasin)
BPBD Banjarmasin Deteksi Titik Panas di Dua Kecamatan
Silvana Febiari • 23 July 2026 15:17
Banjarmasin: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel), meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Langkah tersebut dilakukan dengan mendeteksi titik panas (hotspot).
"Kami ada mendeteksi dua titik panas di dua kecamatan, karenanya ditingkatkan kewaspadaan dan penanganan," ujar Sekretaris BPBD Kota Banjarmasin Budi Fitriadi, dilansir dari Antara, Kamis, 23 Juli 2026.
Menurut dia, titik panas yang terdeteksi berada di Kecamatan Banjarmasin Barat dan Banjarmasin Utara. "Karena itu pengawasan di kawasan yang memiliki vegetasi kering terus diperketat, penyebabnya diduga sementara lantaran puntung rokok," ujar Budi.
Baca Juga :
Sejauh ini, kondisi tersebut masih bisa ditangani dengan baik sehingga tidak terjadi karhutla secara luas. "Kami terus memantau di lapangan, kami juga mengharap masyarakat ikut berpartisipasi dalam menjaga lingkungan masing-masing," ucap Budi.
BPBD Kota Banjarmasin juga mendirikan Pos Siaga Karhutla dengan melibatkan personel gabungan dari BPBD Provinsi Kalsel, relawan kebencanaan, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas.

Ilustrasi karhutla. ANTARA/HO-BPBD Sumedang.
Selain itu, BPBD Kota Banjarmasin terus memantau kabut asap akibat karhutla yang terjadi di sejumlah daerah tetangga Kota Banjarmasin.
Pemantauan dilakukan melalui Stasiun Pemantau Kualitas Udara milik Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) di kawasan Kayu Tangi. "Hasil pemantauan hingga saat ini menunjukkan kualitas udara masih dalam kategori baik," tutur Budi.