Pencarian Korban KM Nurul Salsa Dihentikan karena Tak Lagi Efektif

Ilustrasi-Proses pencarian korban KM Nurul Salsa di Perairan Selayar, Sulawesi Selatan, Selasa, 21 Juli 2026. (Istimewa)

Pencarian Korban KM Nurul Salsa Dihentikan karena Tak Lagi Efektif

Silvana Febiari • 28 July 2026 18:58

Kepulauan Selayar: Penghentian pencarian korban kecelakaan Kapal Motor Nurul Salsa yang tenggelam di Perairan Selayar, Sulawesi Selatan, merupakan keputusan bersama keluarga korban. Keputusan diambil karena operasi sudah tidak lagi efektif.

"Dengan kemampuan kita bersama potensi, beberapa korban memang statusnya dinyatakan hilang dan itu pun keputusan diambil bersama karena memang sudah dinyatakan tidak efektif untuk operasi dilaksanakan," kata Kepala Badan Pencarian dan Pertolongan Nasional (Basarnas) Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, dilansir dari Antara, Selasa, 28 Juli 2026. 
 


Meski demikian, pihaknya tidak menutup kemungkinan untuk kembali melakukan operasi pencarian. Upaya tersebut dapat dilakukan apabila terdapat indikasi atau petunjuk terkait keberadaan korban yang masih hilang.

"Namun, kalau ada tanda-tanda tentunya kita akan membuka operasi lagi untuk melaksanakan operasi lanjutan," ungkap Syafii.


Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii menjawab pertanyaan wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa, 28 Juli 2026. ANTARA/HO-Dokumentasi Pribadi


Sebelumnya, Basarnas mengumumkan penutupan operasi pencairan terhadap 14 orang korban kecelakaan KM Nurul Salsa yang masih berstatus hilang pada Jumat, 24 Juli 2026. Kepal itu dinyatakan tenggelam di perairan Kabupaten Kepulauan Selayar pada 15 Juli 2026.

Operasi SAR pencarian korban telah berlangsung selama tujuh hari dan diperpanjang selama tiga hari, sehingga total pelaksanaan mencapai 10 hari. Hingga operasi ditutup, sebanyak 58 orang dievakuasi dalam kondisi selamat, sementara empat orang ditemukan meninggal dunia dan 14 orang masih hilang.

(Silvana Febiari)