Menteri PPPA, Arifah Fauzi. Dok: MTVN
Menteri PPPA: Ayah dan Ibu Harus Saling Berbagi Peran dalam Mengasuh Anak
Putri Purnama Sari • 23 July 2026 19:40
Jakarta: Pengasuhan anak masih kerap dianggap sebagai tanggung jawab utama seorang ibu. Padahal, keberhasilan tumbuh kembang anak membutuhkan peran aktif kedua orang tua, baik dari ayah maupun ibu.
Pesan tersebut disampaikan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, saat memperingati Hari Anak Nasional (HAN) 2026. Menurutnya, keterlibatan ayah dalam pengasuhan menjadi salah satu kunci untuk membentuk anak yang sehat secara fisik, mental, dan emosional.
Dalam wawancara eksklusif bersama Metrotvnews.com, Arifah menegaskan bahwa pengasuhan merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya dibebankan kepada ibu.
Pengasuhan Anak Tanggung Jawab Bersama
Arifah mengatakan keluarga menjadi lingkungan pertama yang membentuk karakter dan kepribadian anak. Karena itu, ayah dan ibu harus saling bekerja sama dalam menjalankan peran sebagai orang tua."Dalam mengasuh anak itu bukan hanya tugas ibu, mengasuh anak adalah tugas orang tua. Harus ada ketersalingan antara ayah dan ibu," ujar Arifah Fauzi, yang dikutip Kamis, 23 Juli 2026.
Keterlibatan kedua orang tua akan membantu anak tumbuh dengan rasa aman, percaya diri, dan memiliki ikatan emosional yang kuat dengan keluarga.
Ayah Punya Peran Penting dalam Tumbuh Kembang Anak

Ilustrasi freepik
Kehadiran ayah bukan hanya sebagai pencari nafkah, tetapi juga sebagai figur yang memberikan perhatian, kasih sayang, serta menjadi teladan bagi anak.
Keterlibatan ayah dalam aktivitas sehari-hari, seperti menemani belajar, bermain, mendengarkan cerita anak, hingga berdiskusi mengenai berbagai persoalan, dapat memberikan dampak positif terhadap perkembangan emosional mereka.
Dengan pengasuhan yang dilakukan bersama, anak juga akan belajar mengenai kerja sama, komunikasi yang sehat, dan rasa saling menghargai dalam keluarga.
Jangan Hanya Fokus pada Prestasi Akademik
Selain mengingatkan pentingnya peran ayah, Arifah juga menekankan bahwa keberhasilan anak tidak semata-mata diukur dari nilai akademik.Menurutnya, orang tua perlu memberikan perhatian yang sama terhadap pembentukan karakter, akhlak, etika, dan nilai-nilai kehidupan sejak dini.
"Ilmu boleh, tetapi orang berilmu tidak punya akhlak, tidak punya budi pekerti, jadi nol. Karena budi pekerti itu di atasnya ilmu," tegasnya.
Ia mengajak orang tua untuk tidak hanya mendorong anak meraih prestasi di sekolah, tetapi juga mendampingi mereka agar tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter.