Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Prancis Emmanuel Macron. Foto: Dok. BPMI Sekretariat Presiden.
Diplomasi Presiden di Prancis Dinilai Buka Peluang Investasi dan Kerja Sama Strategis
Deny Irwanto • 31 May 2026 06:46
Jakarta: Langkah Presiden Prabowo Subianto mempererat hubungan dengan Prancis dinilai menjadi bagian dari strategi diplomasi yang berorientasi pada kepentingan nasional Indonesia. Selain membuka peluang investasi, hubungan yang semakin erat dengan Prancis juga dinilai dapat memperkuat kerja sama ekonomi, pertahanan, hingga posisi Indonesia di tingkat global.
Pengamat Hubungan Internasional, Subhan Yusuf, menilai kunjungan Presiden Prabowo ke Prancis memiliki urgensi yang besar di tengah dinamika geopolitik dan ekonomi dunia saat ini.
"Misalnya, terkait IEU CEPA dan (kerja sama) dewan ekonomi antara KADIN dan kamar dagang Prancis. Hal ini berarti Indonesia secara resmi mengingingkan Prancis melakukan investasi di berbagai bidang di Indonesia," kata Subhan dalam keterangan pers, Sabtu, 30 Mei 2026.
Ia menyebut kerja sama tersebut mencakup pengadaan pesawat tempur Rafale, kapal selam Scorpene, hingga teknologi pertahanan lainnya yang dinilai penting bagi modernisasi kekuatan pertahanan nasional.
"Jika Indonesia-Prancis erat, tentu sangat bagus buat Indonesia. Karena meski bukan negara hagemoni ekonomi, tetapi untuk teknologi militer, Prancis sangat mumpuni," jelas Subhan.
Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Prancis Emmanuel Macron. Foto: Dok. BPMI Sekretariat Presiden.
Subhan juga melihat intensitas komunikasi dan kunjungan antara Indonesia dan Prancis menunjukkan hubungan yang semakin erat. Menurutnya, hubungan tersebut terbangun dalam kerangka kemitraan yang setara dan saling menghormati.
"Saya artikan sebagai upaya mempererat hubungan, yang tentunya berlangsung dalam gestur dua arah, dalam arti setara, tidak ada yang subordinatif. Hal ini penting dicatat, karena menjadi berbeda jika banyak kunjungan, tapi tidak dalam posisi yang egaliter setara, baik secara postur diplomatis maupun secara outcome yang dihasilkan," ungkapnya.
Lebih lanjut, Subhan menilai pendekatan diplomasi yang dilakukan Presiden Prabowo menunjukkan upaya Indonesia untuk membangun hubungan baik dengan berbagai kekuatan dunia tanpa meninggalkan prinsip politik luar negeri yang bebas dan aktif.
Menurut dia, Presiden Prabowo berhasil membangun komunikasi dengan berbagai pemimpin dunia dari beragam blok geopolitik, mulai dari negara-negara BRICS, Amerika Serikat, hingga negara-negara Uni Eropa seperti Prancis.
"Presiden Prabowo sedang mengemban tugas demi kepentingan nasional Indonesia, dengan approach yang sangat kalkulatif, karena berhasil mempresentasikan gestur persahabatan dan perdamaian langsung kepada global leader dari berbagai blok, misalnya BRICS bersama Rusia dan China, dengan AS melalui hubungan bilateral, dan sekarang Uni Eropa Superpower, yakni Prancis," ujar Subhan.
Bagi Indonesia, hubungan yang semakin kuat dengan Prancis tidak hanya membuka peluang investasi dan kerja sama industri, tetapi juga memperluas ruang diplomasi Indonesia di tengah perubahan lanskap global. Langkah tersebut dinilai menjadi bagian dari upaya memperkuat posisi Indonesia sebagai mitra strategis yang mampu menjalin hubungan baik dengan berbagai negara demi mendukung pembangunan nasional.