5 Jemaah Haji Asal NTB Wafat di Arab Saudi

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Muhamad Amin. ANTARA/Nur Imansyah.

5 Jemaah Haji Asal NTB Wafat di Arab Saudi

Whisnu Mardiansyah • 28 May 2026 17:17

Mataram: Sebanyak lima orang jemaah haji yang berangkat melalui Embarkasi Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), dilaporkan meninggal dunia selama menjalankan ibadah di Tanah Suci Arab Saudi.

"Sampai saat ini, total kematian yang tercatat ada lima orang. Terdiri dari tiga orang perempuan dan dua orang laki-laki," ujar Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Muhamad Amin di Mataram, seperti dilansir Antara, Kamis, 28 Mei 2026.

Amin menyebutkan para jemaah yang meninggal tersebut berasal dari Kabupaten Sumbawa Barat, Kabupaten Lombok Timur, dan Kabupaten Lombok Tengah. "Kematian jamaah ini terjadi sebelum pelaksanaan Armuzna atau sebelum puncak ibadah haji di Arafah," terang Lalu Muhamad Amin.

Amin mengungkapkan kematian para jemaah haji ini dipicu oleh sejumlah faktor, di antaranya usia yang sudah lanjut, adanya penyakit bawaan (komorbiditas), serta kelelahan yang dipicu oleh suhu udara yang sangat tinggi di Arab Saudi.

"Jadi, beberapa jamaah yang kondisi kesehatannya menurun diduga mengalami kelelahan yang sangat berat sehingga kesehatan mereka terus memburuk hingga akhirnya meninggal dunia," terang mantan Kepala Bidang Haji dan Umrah di Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) NTB ini.
 


Menurut Amin, sejauh ini setelah puncak pelaksanaan ibadah haji usai, kondisi jemaah haji asal NTB mulai dari kloter 1 hingga kloter 15 secara umum dalam keadaan sehat. Meskipun demikian, masih ada sebagian jemaah yang mengalami penurunan kondisi fisik akibat kelelahan. Bahkan, beberapa orang di antaranya masih dalam tahap observasi oleh tim medis.

"Saat melaksanakan lempar jumrah, beberapa jamaah menunjukkan penurunan kondisi fungsional, yakni kelelahan yang amat sangat. Penurunan ini kerap terjadi setelah beraktivitas, misalnya setelah kembali ke hotel, sehingga stamina jamaah menjadi benar-benar turun drastis," ujarnya.


Lempar jumrah, Dok: Metro TV/Renggi Putrima

Guna menjaga kondisi para jemaah agar tetap stabil, Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi terus melakukan pengawasan, baik secara langsung di lapangan maupun di fasilitas kesehatan atau rumah sakit setempat. Langkah ini dilakukan untuk mencegah kejadian serupa serta memastikan kondisi jamaah senantiasa dalam keadaan baik.

"Beberapa jemaah masih menjalani perawatan dengan status observasi oleh tim kesehatan setempat. Tim kesehatan bertugas mendampingi dan mengamati perkembangan kasus-kasus jemaah yang kondisinya menurun. Sementara itu, pelayanan makanan serta dukungan logistik dilaporkan sudah cukup memadai, sehingga turut membantu kelancaran proses penanganan di lapangan," katanya.

(Whisnu M)