Ilustrasi CFD. Foto: dok. Metrotvnews.
Kasatpol PP Jakspus Bakal Bina Anggota Tak Humanis Buntut Penertiban Pedagang Es di CFD
Rifda Muthia Zahra • 25 May 2026 15:20
Jakarta: Satpol PP Jakarta Pusat akan melakukan pembinaan dan evaluasi internal terhadap anggotanya yang dinilai bertindak tidak humanis saat menertibkan pedagang es krim di area Car Free Day (CFD), Minggu, 24 Mei 2026. Langkah ini merespons sorotan masyarakat setelah video ketegangan antara petugas dan pedagang tersebut viral di media sosial.
"Sebelumnya mohon maaf kalau anggota yang kurang humanis dalam melaksanakan pengawasan di dalam giat HBKB (Hari Bebas Kendaraan Bermotor) kemarin," ujar Kasatpol PP Jakarta Pusat, Purnama saat dihubungi Metrotvnews.com, Senin, 25 Mei 2026.
Purnama menyampaikan permohonan maaf terbuka atas kegaduhan yang terjadi di lapangan. Pihaknya mengakui adanya tindakan dari oknum petugas yang dirasa berlebihan dan kurang persuasif dalam menghadapi masyarakat.
“Tetapi pada dasarnya, seperti kita ketahui bersama, semua PKL tidak boleh ada di lokasi HBKB," tegas Purnama.
Meski demikian, Purnama menegaskan bahwa tindakan penertiban tersebut pada dasarnya merupakan bagian dari penegakan aturan zonasi yang berlaku. Sesuai dengan regulasi yang ada, area utama HBKB atau CFD harus steril dari aktivitas pedagang kaki lima (PKL).
“Dan sering diimbau berkali-kali. Dan mereka pasti paham itu," kata Purnama.
Purnama menambahkan bahwa aturan mengenai larangan berjualan di zona tersebut bukanlah hal baru bagi para pedagang. Pihak Satpol PP mengaku sudah berulang kali melakukan sosialisasi dan memberikan teguran sebelum tindakan tegas diambil.
“Untuk itu, anggota yang terlibat akan kita berikan pembinaan. Demikian," pungkasnya.

Ilustrasi CFD. Foto: dok. MI.
Menyikapi kritik publik terkait pendekatan yang dinilai kasar, Satpol PP Jakarta Pusat memastikan tidak akan tinggal diam dan segera memanggil personel yang terlibat. Evaluasi ini dilakukan agar pendekatan penegakan Perda ke depan dapat dilakukan secara lebih humanis tanpa menghilangkan ketegasan.
Peristiwa ini sendiri mendadak viral setelah rekaman amatir yang memperlihatkan proses penertiban pedagang es krim tersebut beredar luas di platform Instagram. Banyak warganet menyayangkan tindakan represif petugas, mengingat pedagang yang ditertibkan sedang mencari nafkah di tengah keramaian warga yang berolahraga.