Delegasi budaya Indonesia yang tergabung dalam program Senior Cultural Program Indonesia menggelar pertunjukan musik tradisional Angklung di Kota Chongqing, Tiongkok. Dok. Istimewa
Delegasi Seni Budaya RI Pererat Hubungan Indonesia-Tiongkok Lewat Angklung
Achmad Zulfikar Fazli • 1 June 2026 15:44
Tiongkok: Delegasi budaya Indonesia yang tergabung dalam program Senior Cultural Program Indonesia menggelar pertunjukan musik tradisional Angklung di Kota Chongqing, Tiongkok, Sabtu, 23 Mei 2026. Pertunjukan seni dan budaya ini diharapkan dapat semakin mempererat persahabatan antara Indonesia dan Tiongkok.
Kedatangan rombongan Indonesia ini merupakan respons atas undangan resmi dari Chongqing Returned Overseas Chinese Federation. Delegasi yang dipimpin langsung oleh Ketua Organisasi Lanjut Usia Aktif Peduli (LANTIP) Jakarta, Hendrawan Halim, disambut dengan sangat hangat oleh masyarakat dan pejabat di negara Tirai Bambu itu.
Menempuh perjalanan ribuan kilometer dari Jakarta, delegasi ini membawa misi menjalin persaudaraan dan mempererat hubungan kedua negara melalui jembatan seni dan budaya. Angklung, alat musik bambu kebanggaan Indonesia yang telah diakui UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda (Intangible Cultural Heritage) sejak tahun 2010, menjadi bintang utama dalam pentas budaya tersebut.
“Pertunjukan ini menampilkan kekompakan dan semangat para lanjut usia (Lansia) Indonesia,” ujar Hendrawan dalam keterangannya, Senin, 1 Juni 2026.
Sebanyak 36 peserta yang berasal dari berbagai komunitas, antara lain Komunitas Angklung Senala, Imakgi, Grany 46, dan Lansia Bahagia, tampil penuh semangat membawakan alunan musik yang memukau hadirin.
Dalam penampilannya, para seniman lansia menyuguhkan repertoar lagu yang sangat beragam dan menyentuh hati, menggabungkan lagu nasional, lagu daerah, hingga lagu populer Tiongkok.
Lagu yang dibawakan antara lain, Tanah Airku, Yue Liang Dai Biao De Xin (Lagu Tiongkok), Tian Mi Mi (Lagu Tiongkok), Bengawan Solo (Jawa Tengah), Alusi Au (Tapanuli, Sumatra Utara), Pamer Bojo (Jawa Tengah), Tabola Bale (Flores, Nusa Tenggara Timur), Kopi Dangdut (Musik Melayu Indonesia).
Baca Juga:
Peringati 15 Tahun Pengakuan UNESCO, Angklung Bergema di Field Museum Chicago |
.jpeg)
Delegasi budaya Indonesia yang tergabung dalam program Senior Cultural Program Indonesia menggelar pertunjukan musik tradisional Angklung di Kota Chongqing, Tiongkok. Dok. Istimewa
Hendrawan mengatakan suara denting bambu angklung yang harmonis mampu menyatukan perasaan seluruh penonton. Puncak kegembiraan terjadi saat sesi interaktif penutup, sebanyak lima tamu undangan dari Tiongkok berkesempatan naik ke panggung, memegang dan memainkan angklung secara langsung dipandu oleh seorang Konduktor Angklung, seraya bernyanyi bersama.
Selain pertunjukan musik, delegasi Indonesia memperkenalkan kekayaan budaya Nusantara melalui peragaan busana. Beragam pakaian adat dari berbagai provinsi di Indonesia, termasuk busana pengantin tradisional dari berbagai suku bangsa, dipamerkan untuk menggambarkan keberagaman, persatuan, dan identitas bangsa Indonesia yang unik.
Acara pertukaran budaya ini dihadiri serta didukung penuh berbagai instansi pemerintah dan organisasi di Kota Chongqing, antara lain, Chongqing Returned Overseas Chinese Federation, Chongqing Municipal Culture and Tourism Development Commission, Dadukou District Overseas Chinese Federation, Dadukou District Culture and Tourism Development Commission, Dadukou District Commerce Commission, Chunhui Subdistrict Office.
Kegiatan ini diharapkan menjadi gerbang awal bagi hubungan yang lebih erat, serta membuka peluang berkelanjutan untuk pertukaran seni dan budaya antara Indonesia dan Tiongkok di masa depan, khususnya antara Kota Jakarta dan Kota Chongqing.
“Semoga persaudaraan yang telah terjalin ini semakin kokoh dan membawa manfaat bagi kedua bangsa,” ujar dia.