Peringati 15 Tahun Pengakuan UNESCO, Angklung Bergema di Field Museum Chicago

Konser Angklung World Angklung Day 2025 di Field Museum Chicago memukau ratusan pengunjung dan memperkuat diplomasi budaya Indonesia. (KJRI Chicago)

Peringati 15 Tahun Pengakuan UNESCO, Angklung Bergema di Field Museum Chicago

Willy Haryono • 26 November 2025 08:48

Chicago: KJRI Chicago kembali menorehkan pencapaian penting dalam diplomasi budaya Indonesia melalui penyelenggaraan Konser Angklung di aula utama (Stanley Field Hall) Field Museum, salah satu museum sejarah alam terbesar dan tertua di dunia, pada 16 November 2025.

Konser ini digelar untuk merayakan World Angklung Day sekaligus memperingati 15 tahun pengakuan Angklung oleh UNESCO (2010–2025) sebagai Masterpiece of the Oral and Intangible Heritage of Humanity.

Dengan mengusung tema “15 Years of UNESCO Recognition," konser ini merupakan kelanjutan dari rangkaian kerja sama strategis antara KJRI Chicago dan Field Museum, serta didukung oleh Lighthouse Indonesia dan Paragon Corp sebagai bentuk kontribusi diaspora dan mitra swasta dalam memajukan diplomasi budaya Indonesia di Amerika Serikat.

Pertunjukan Angklung yang dibawakan oleh maestro muda Indonesia, Manshur Praditya, berhasil memikat ratusan pengunjung yang memadati area konser baik di lantai dasar maupun balkon lantai dua. Para pengunjung berasal dari warga lokal AS, turis internasional, keluarga, mahasiswa, hingga komunitas pecinta budaya.

Rentang usia pengunjung yang sangat beragam menunjukkan daya tarik Angklung sebagai seni yang inklusif, universal, dan mudah diterima publik lintas budaya. Konser Angklung turut dihadiri oleh Duta Besar RI untuk Amerika Serikat, Dubes Indroyono Soesilo, beserta jajaran KBRI Washington DC.

Konjen RI Chicago, Trisari Dyah Paramita, dalam sambutan pembukanya menegaskan bahwa diplomasi budaya merupakan salah satu pilar penting dalam memperkuat hubungan Indonesia–Amerika Serikat.

"Angklung bukan sekadar alat musik; ia adalah simbol harmoni, persatuan, dan kerja sama. Melalui Angklung, Indonesia menyampaikan pesan universal tentang pentingnya kebersamaan dalam keberagaman," ujar Trisari, dalam siaran pers KJRI Chicago yang diterima Metrotvnews.com, Rabu, 26 November 2025.

Sementara itu, Jaap Hoogstraten, Director of Exhibitions Field Museum, dalam sambutannya, menekankan bahwa konser Angklung tidak hanya memperkaya pengalaman budaya para pengunjung museum, tetapi juga melanjutkan tradisi panjang Field Museum dalam menampilkan keberagaman budaya dunia. Ia menyampaikan apresiasi mendalam atas kolaborasi berkelanjutan dengan KJRI Chicago.

Dengan gaya pertunjukan yang dinamis, interaktif, dan inovatif, Manshur menghadirkan Angklung dalam format modern yang tetap mempertahankan kekayaan nilai tradisinya. Publik tampak antusias mengikuti alunan musik, tepuk tangan meriah, hingga sesi interaktif di mana mereka berkesempatan mencoba memainkan Angklung secara langsung.

Sesi bermain angklung bersama turut menjadi daya tarik utama, memperkenalkan harmoni dan nilai kebersamaan yang menjadi ciri khas alat musik tradisional Indonesia tersebut

Pengunjung juga dapat melihat sertifikat pengakuan UNESCO, materi edukasi tentang sejarah Angklung dan World Angklung Day yang ditampilkan di area konser, serta dua set Angklung tradisional yang dapat dicoba langsung oleh pengunjung.

Salah seorang pengunjung yang juga merupakan seorang profesor linguistik dari Universitas DePaul Chicago, menyampaikan kekagumannya pada pertunjukan Angklung.

Ia menyebut pengalaman ini sebagai “…sesuatu yang belum pernah saya lihat sebelumnya. Harmoninya indah.” Sementara itu, salah seorang Wisatawan dari Eropa menyebut Angklung sebagai “contoh luar biasa bagaimana budaya dapat menghubungkan masyarakat lintas negara.”

Presiden Field Museum, Dr. Julian Siggers, dalam pertemuan terpisah dengan Konjen Trisari menegaskan mengenai pentingnya diplomasi budaya dalam membangun hubungan antara Indonesia dan AS, dan bagaimana Field Museum siap mendukung berbagai upaya memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada publik AS. 

Di lain pihak, Direktur untuk Kerja Sama Pemerintah Field Museum, Dr. Mimi Cowan, mengatakan bahwa konser ini berlangsung atas kerja sama erat KJRI Chicago dan Field Museum.

“Beberapa hari sebelum penyelenggaraan konser Angklung, kami mengadakan pertemuan dengan KJRI Chicago dan kami mendengar tentang kesempatan baik ini. Kami menyambut baik rencana kolaborasi serta apresiasi atas inisiatif yang disampaikan KJRI untuk memperkuat kerja sama dan diplomasi kebudayaan antar dua negara” ujar Mimi.

Konser Angklung World Angklung Day 2025 menjadi bagian dari komitmen KJRI Chicago untuk memperkuat diplomasi budaya Indonesia di Amerika Serikat dan memperluas apresiasi masyarakat internasional terhadap warisan budaya Indonesia.

Field Museum menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan konser ini dan membuka peluang kolaborasi lanjutan dengan KJRI Chicago, termasuk kerja sama budaya, riset, pameran temporer, hingga rencana penyelenggaraan Konser Gamelan dan Wayang Kulit pada tahun 2026 mendatang.

Baca juga:  Konser Gamelan Kolaborasi Indonesia-AS Pukau Ratusan Penonton di Chicago

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
Viral!, 18 Kampus ternama memberikan beasiswa full sampai lulus untuk S1 dan S2 di Beasiswa OSC. Info lebih lengkap klik : osc.medcom.id
(Willy Haryono)