900 Huntara Disiapkan untuk Korban Tanah Bergerak di Tegal

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto saat berdialog dengan warga terdampak di pos pengungsian Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, Kamis, 19 Februari 2026. Dokumentasi/BNPB

900 Huntara Disiapkan untuk Korban Tanah Bergerak di Tegal

Silvana Febiari • 19 February 2026 19:58

Tegal: Penanganan bencana tanah bergerak di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah dipastikan tetap berjalan dengan optimal. Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto menegaskan bahwa warga yang rumahnya rusak akan dibuatkan hunian sementara (huntara) hingga hunian tetap (huntap).

“Dibangun huntara sebanyak 900 unit, sementara telah disiapkan lahan untuk 500 unit,” ujar Suharyanto saat berdialog dengan warga terdampak di pos pengungsian Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, Kamis, 19 Februari 2026. 

Untuk mempercepat pembangunan huntara di tengah keterbatasan lahan, Suharyanto mengusulkan kepada pemerintah daerah opsi agar warga dapat menentukan secara mandiri lokasi huntara sesuai dengan kemauan. “Huntara bisa dibangun mandiri, satu per satu per warga, sehingga Kepala Desa diharapkan dapat menyiapkan lahannya,” lanjutnya.
 


“Warga juga diberikan kebebasan untuk memilih tinggal di pengungsian, tinggal bersama di rumah kerabat atau mengontrak. Akan diberikan dana tunggu hunian sebesar Rp600 ribu per bulan per kepala keluarga bagi warga yang memilih tidak menempati pos pengungsian hingga huntara selesai dibangun,” tegas Suharyanto.

Selain huntara, pemerintah juga sedang menyiapkan pembangunan huntap. Sama halnya dengan huntara, warga dapat memilih lokasi huntap, baik yang terpusat maupun mandiri, asalkan lokasi tersebut terbebas dari risiko bencana dan memenuhi kriteria yang ditentukan pemerintah.

“Huntap akan segera dibangun, bisa bersifat terpusat dan mandiri. Jika ada warga yang ingin dibangunkan di luar Kabupaten Tegal tetap diizinkan,” tuturnya.


Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto saat berdialog dengan warga terdampak di pos pengungsian Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, Kamis, 19 Februari 2026. Dokumentasi/BNPB


Sebagai langkah dan antisipasi ke depannya, Suharyanto akan bekerja sama lintas instansi untuk merelokasi warga yang ada di wilayah risiko bencana tanah bergerak. “Salah satu solusinya harus relokasi, cari tempat baru yang aman dan relokasi. Tempat yang sudah terjadi bencana tanah bergerak dilakukan reboisasi dan tidak bisa ditempati manusia lagi,” ungkapnya. 

Selanjutnya, BNPB kembali memberikan sejumlah bantuan makanan dan peralatan yang dapat dimanfaatkan bagi para pengungsi dan pemerintah daerah setempat dalam melakukan upaya penanganan darurat bencana tanah bergerak.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Silvana Febiari)