Kepala BNPB Tinjau Penanganan Bencana Tanah Bergerak di Tegal

Adinda Vinka • 19 February 2026 15:48

Tegal: Kepala Badan Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen Suharyanto meninjau langsung penanganan bencana tanah bergerak di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Kamis, 19 Februari 2026.

Kunjungan tersebut dilakukan atas arahan presiden untuk memastikan masyarakat terdampak tetap mendapat perhatian dan solusi cepat, meski penanganan bencana banjir masih berlangsung di wilayah lain.

"Meskipun kita masih terus melakukan penanganan bencana banjir di Sumatera, tetapi terjadinya bencana di daerah lain juga bukan berarti tidak mendapat penanganan dan perhatian yang sama," kata Letjen Suharyanto.

Dalam tinjauannya di Desa Padasari, Tegal, Suharyanto memimpin rapat koordiasi bersama pemerintah daerah, unsur TNI-Polri, serta instansi terkait. Sejumlah persoalan yang dihadapi warga terdampak dibahas, mulai dari status hunian, lokasi pengungsian, hingga kejelasan rencana penanganan ke depan.

BNPB memastikan rumah warga yang terdampak parah tidak lagi layak huni dan telah ditetapkan dalam status tanggap darurat. Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum menyiapkan pembangunan 900 unit hunian sementara. Namun karena keterbatasan lahan, pembangunan dilakukan secara bertahap dan sebagian bersifat mandiri dengan dukungan pemerintah desa.

"Terima kasih Bapak Menteri PU juga sudah bergerak cepat dan kami dibantu untuk membangun hunian sementara 900 unit huntara. Tetapi ternyata ketika ditinjau di lapangan tidak semuanya bisa dibangun di satu titik. Jadi yang sementara dibangun sekitar 500, ya masih kurang 400," ujar Kepala BNPB. Selain hunian sementara, warga juga diberikan opsi bantuan dana pengungsian atau sewa rumah bagi yang memilih keluar dari lokasi pengungsian. Untuk jangka panjang, BPNB menegaskan relokasi menjadi solusi utama bencana tanah bergerak, berdasarkan kajian Badan Geologi, agar wilayah rawan direhabilitasi dan tidak lagi dihuni demi keselamatan masyarakat. 

"Jadi mitigasinya di Jawa Tengah ini banyak sekali terjadi pencana tanah bergerak. Ya solusinya adalah ditinggalkan daerah itu, mencari tempat yang baru, relokasi," tambah Kepal BNPB.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Wijokongko)