Pasar Domestik Terancam Banjir Produk AS? Pemerintah Siapkan Langkah Mitigasi

MoU bisnis antara Indonesia-AS. Foto: Dok. Kemenko Perekonomian.

Pasar Domestik Terancam Banjir Produk AS? Pemerintah Siapkan Langkah Mitigasi

Fachri Audhia Hafiez • 22 February 2026 13:57

Jakarta: Pemerintah Indonesia telah menyiapkan langkah mitigasi strategis untuk mengantisipasi potensi lonjakan impor produk asal Amerika Serikat (AS) yang dapat mengganggu stabilitas pasar domestik. Melalui kerangka kerja sama Agreement on Reciprocal Trade (ART), kedua negara sepakat untuk membentuk mekanisme pengawasan ketat guna memastikan perdagangan tetap berjalan seimbang.

"Melalui ketentuan dalam ART ini, Pemerintah Indonesia dan AS memiliki forum Council on Trade and Investment yang secara periodik akan membahas implementasi perjanjian ini, termasuk jika terjadi lonjakan impor yang signifikan dan mengganggu stabilitas pasar dalam negeri maupun perdagangan pada kedua negara," ujar Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Haryo Limanseto, melalui keterangan tertulis, Minggu, 22 Februari 2026.
 


Haryo menjelaskan bahwa kehadiran forum tersebut berfungsi sebagai katup pengaman jika arus barang dari Negeri Paman Sam mulai memberikan tekanan berlebih bagi pelaku usaha di tanah air. Dengan adanya pertemuan berkala, setiap kendala atau gangguan pada rantai pasok dan harga di tingkat konsumen dapat segera dicarikan solusinya secara diplomatik maupun teknis.

Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa perjanjian perdagangan bebas yang dijalin tidak hanya menguntungkan dari sisi ketersediaan barang. Tetapi juga tetap memprioritaskan keberlangsungan industri nasional. 


Presiden RI Prabowo Subianto (kiri) dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump (kanan) mendatangani perjanjian perdagangan timbal balik di Washington DC, Amerika Serikat. Foto: ANTARA/HO-Sekretariat Kabinet.

Forum Council on Trade and Investment diharapkan menjadi wadah transparansi bagi kedua negara dalam menjaga iklim investasi dan perdagangan yang sehat di masa depan.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fachri Audhia Hafiez)