Personel Gabungan Perbaiki Tembok Roboh di Petukangan Utara

Petugas gabungan dan warga bekerja bakti menangani sementara tembok yang jebol dan roboh di area RPTRA Bhineka, Petukangan Utara, Jaksel. Foto: Antara.

Personel Gabungan Perbaiki Tembok Roboh di Petukangan Utara

Siti Yona Hukmana • 20 February 2026 11:33

Jakarta: Puluhan personel gabungan memperbaiki sementara tembok yang jebol dan roboh di area Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Bhineka, Jalan Swadarma Raya, Petukangan Utara, Pesanggrahan, Jakarta Selatan. Tembok itu roboh karena tidak mampu menahan debit air.

"Debit airnya memang tinggi dan cukup kencang, tembok yang berbatasan dengan tanggul akhirnya tidak mampu menahan dan roboh sekitar pukul 05.00 WIB pagi tadi," kata Lurah Petukangan Utara Ahmad Hasan Husaini seperti dilansir dari Antara, Jumat, 20 Februari 2026.

Dia mengatakan tembok RPTRA tersebut jebol dan roboh akibat hujan dengan intensitas tinggi dan berangsur lama. Sehingga, membuat air Kali Uangan meluap dan tembok itu tidak mampu menahannya.

Saat ini, tembok yang roboh itu diperbaiki oleh personel gabungan, mulai dari petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU), Sumber Daya Air (SDA),  hingga karyawan PT Paragon yang berada di sekitar lokasi tersebut.

"Kita buat tanggul sementara dulu ini pakai karung berisi pasir, agar air tidak semakin menggenangi akses jalan ataupun pemukiman warga," ujar Ahmad.


Ilustrasi prakiraan cuaca. Foto: BMKG.

Sementara itu, Koordinator Lapangan SDA Kecamatan Pesanggrahan Halim menjelaskan selain karung berisi pasir, pihaknya juga membantu membuatkan penyangga dari kayu dolken.

"Ada 40 personel gabungan saat ini yang bahu membahu melakukan penanganan sementara. Semoga saja selesai semuanya hari ini," ungkap Halim.

Tembok yang jebol sepanjang kurang lebih 20 meter tersebut berdiri di atas lahan milik Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta. Sehingga, penanganan lebih lanjut nantinya diserahkan kepada unsur terkait.

"Karena hujan terus mengguyur Jakarta, kami fokus dulu penanganan sementaranya, soalnya tinggi air Kali Uangan juga belum stabil," ujar Halim. 

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Siti Yona Hukmana)