Perjuangan Mbah Taruno, dari Abdi Dalem hingga Tiba di Tanah Suci

Calon haji Taruno Tanoyo bersama istri menempati kamar hotel setibanya di Makkah, Arab Saudi, Kamis (30/4/2026). ANTARA/HO-MCH 2026/Abd Aziz

Perjuangan Mbah Taruno, dari Abdi Dalem hingga Tiba di Tanah Suci

Lukman Diah Sari • 1 May 2026 17:46

Makkah: Senyum mengembang di wajah senja Taruno Tanoyo saat ditemui di Al Asalah Al Bakkiyah Hotel, Sektor 7 Misfalah, Makkah, Arab Saudi. Pria kelahiran 8 Desember 1941 ini tampak semringah, seolah menghapus lelah usai menempuh tujuh jam perjalanan darat dari Madinah.

Mengenakan dua helai kain ihram putih yang membalut tubuhnya, pria yang akrab disapa Mbah Taruno itu tengah bersiap. Bersama rombongan kelompok terbang (kloter) 1 Embarkasi YIA (Yogyakarta), ia menanti waktu pelaksanaan umrah wajib yang dijadwalkan pada Kamis, 30 April 2026, pukul 22.00 Waktu Arab Saudi.

Tahun ini, Mbah Taruno berangkat menunaikan rukun Islam kelima bersama istri tercinta, Sumarni. Harapan keduanya di Tanah Haram terbilang sangat sederhana, yaitu menggapai rida surga dan meraih predikat haji mabrur.

Untuk menghadapi puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) yang menguras fisik, doa mereka pun tak muluk-muluk.

"Semoga diparingi (diberikan) kesehatan," ujar Mbah Taruno dengan nada penuh harap, melansir Antara, Jumat, 1 Mei 2026.

Menabung Setiap Hari dari Upah Abdi Dalem

Kehadiran Taruno di Baitullah bukanlah sebuah perjalanan instan. Di baliknya, terdapat kisah pengorbanan dan kesabaran yang membentang selama puluhan tahun. Taruno adalah seorang abdi dalem Pura Pakualaman Yogyakarta yang telah setia mengabdi sejak tahun 1965, persis saat usianya baru menginjak 24 tahun.

Meski upah yang diterimanya sebagai abdi dalem tidak besar, ia merawat mimpinya dengan disiplin menyisihkan pendapatan.

"Nabung tiap hari, jumlahnya tidak menentukan," kenangnya menceritakan perjuangan mengumpulkan pundi-pundi rupiah dari kampung halamannya di Kulonprogo.

Ilustrasi haji (Pexels)

Bahkan, demi bisa melunasi Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) dan mengobati kerinduannya untuk bersujud di Masjidil Haram, Mbah Taruno dan Sumarni rela menjual seluruh hewan ternak yang mereka miliki.

Niat suci untuk berhaji itu semakin menguat sepulang mereka dari ibadah umrah pada tahun 2018 lalu. Menyadari masih ada sisa tabungan, ia pun mantap mendaftarkan diri bersama sang istri.

Kini, setelah singgah di Madinah sejak 22 April lalu, abdi dalem setia itu akhirnya menjejakkan kaki di Makkah, siap menuntaskan kerinduan panjangnya sebagai tamu Allah di tanah suci.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Lukman Diah Sari)