Mau Raup Cuan saat Pasar Kripto Lagi Naik-Turun? Coba Pakai Cara Ini!

Ilustrasi. Foto: Cryptoryancy.com via unair.ac.id

Mau Raup Cuan saat Pasar Kripto Lagi Naik-Turun? Coba Pakai Cara Ini!

Husen Miftahudin • 29 April 2026 21:13

Jakarta: Di tengah pergerakan pasar kripto yang cenderung bergerak dalam rentang terbatas atau sideways dalam beberapa waktu terakhir, strategi investasi berbasis konsistensi seperti Dollar Cost Averaging (DCA) kembali menjadi relevan, khususnya bagi investor pemula yang ingin membangun portofolio secara bertahap tanpa harus terpengaruh oleh volatilitas jangka pendek.

Vice President Indodax Antony Kusuma menyampaikan kondisi pasar seperti ini dapat dimanfaatkan sebagai momentum untuk menerapkan strategi investasi yang lebih disiplin dan terukur.

"Dalam kondisi pasar yang cenderung sideways, banyak investor cenderung wait and see atau bahkan mencoba menebak titik terendah. Padahal, strategi seperti Dollar Cost Averaging dapat menjadi pendekatan yang lebih realistis, karena tidak bergantung pada market timing," kata Antony dikutip dari keterangan tertulis, Rabu, 29 April 2026.

"Dengan pendekatan ini, investor justru berpeluang mengakumulasi aset lebih optimal saat harga terkoreksi, sehingga portofolio dapat lebih siap ketika pasar kembali bullish serta investor dapat masuk ke pasar secara konsisten tanpa tekanan emosional yang berlebihan," ujar Antony menambahkan.

DCA merupakan strategi investasi di mana investor membeli aset secara rutin dengan jumlah yang sama dalam periode tertentu, tanpa bergantung pada kondisi harga. Pendekatan ini memungkinkan investor mengakumulasi aset secara bertahap sekaligus membantu meredam dampak fluktuasi harga.
 

Baca juga: Harga Bitcoin Melemah 0,9% Jadi USD77 Ribu
 

Bantu investor pemula kelola risiko


Lebih lanjut, Antony menambahkan strategi ini dapat membantu investor pemula dalam mengelola risiko. Saat harga turun, investor berpotensi memperoleh aset dalam jumlah lebih banyak, sementara saat harga naik, pembelian tetap berjalan dengan jumlah yang lebih kecil.

Mekanisme ini, jelas dia, secara alami dapat membantu menciptakan rata-rata harga beli yang lebih seimbang sekaligus membuka potensi pertumbuhan portofolio dalam jangka panjang.

Selain itu, DCA juga dapat membantu membangun kebiasaan investasi yang lebih disiplin serta mengurangi kecenderungan pengambilan keputusan berbasis emosi, yang sering menjadi tantangan bagi investor pemula.

Namun demikian, Antony mengingatkan strategi ini tetap memiliki risiko dan perlu disesuaikan dengan kondisi keuangan masing-masing investor.

"Dollar Cost Averaging (DCA) dapat membantu para investor dalam mengelola risiko volatilitas, tetapi tidak menghilangkan risiko sepenuhnya. Investor tetap perlu menggunakan dana dingin dan memastikan strategi yang digunakan sesuai dengan profil risiko masing-masing," tambah dia.


(Vice President Indodax Antony Kusuma. Foto: dok Indodax)
 

Strategi biar makin tokcer


Untuk memaksimalkan strategi ini, investor disarankan untuk:
  1. Menentukan alokasi dana secara rutin dan konsisten.
  2. Menghindari keputusan berdasarkan emosi atau FOMO.
  3. Melakukan evaluasi portofolio secara berkala.

Seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap aset kripto, edukasi mengenai strategi investasi yang tepat menjadi semakin penting. Indodax terus mendorong literasi melalui berbagai kanal edukasi.

"Termasuk Indodax Academy, guna membantu pengguna memahami dinamika pasar dan menentukan strategi yang sesuai dengan tujuan investasi mereka," tukas dia.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Husen Miftahudin)