El Nino Godzilla Picu Heat Stroke, Pakar Ungkap Profesi Paling Rentan

Ilustrasi Pexels

El Nino Godzilla Picu Heat Stroke, Pakar Ungkap Profesi Paling Rentan

Muhamad Marup • 7 April 2026 21:38

Jakarta: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan terjadinya fenomena iklim El Nino Godzilla pada musim kemarau 2026. Fenomena ini membuat kemarau lebih kering dan panjang.

Dosen Keperawatan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Nur Melizza, El Nino Godzilla bukan sekadar fenomena biasa. Suhu panas yang sangat ekstrem bisa memicu terjadinya heat stroke yang berbahaya bagi kesehatan.

"Kondisi paling parah itu bisa menyebabkan kerusakan otak dan gangguan fungsi organ. Tubuh kekurangan oksigen dan bisa memicu pingsan hingga mengancam nyawa," ujar Nur, mengutip laman resmi UMM, Selasa, 7 April 2026.

Ia menjelaskan heat stroke terjadi ketika tubuh kehilangan kemampuan otomatis untuk mengatur suhu. Kondisi medis ini jauh lebih parah daripada dehidrasi biasa.

Suhu panas dari luar terus menumpuk di dalam tubuh. Akibatnya, produksi keringat terhenti total dan panas terperangkap.

"Risiko ini akan makin parah jika seseorang kurang minum, kurang istirahat, serta memakai pakaian yang tidak menyerap keringat," ucapnya.

Profesi Paling Rentan

Nur mengungkapkan, terdapat beberapa profesi kerja paling. Menurutnya, pekerja yang sering berada di lapangan harus mewaspadi heat stroke. Mereka adalah:
  • Pengemudi ojek online (ojol)
  • Kurir ekspedisi
  • Pekerja konstruksi
  • Petani
  • Petugas keamanan (satpam)

Ilustrasi Pexels


Nur menyebut, penyebab mereka paling rentan terdampak bukan hanya karena terus terpapar sinar matahari secara langsung selama berjam-jam. Kewajiban mereka untuk memakai perlengkapan kerja seperti jaket tebal bagi ojol dan kurir, atau helm tertutup pada pekerja konstruksi membuat suhu panas makin mudah terperangkap dan memanggang tubuh dari dalam.

Cara Pencegahan

Nur memberikan sejumlah kiat untuk menghindari heat stroke bagi pekerja lapangan sebagai berikut ini:
  • Pekerja wajib membawa persediaan air minum berukuran sedang setiap kali bekerja
  • Pekerja juga wajib menyempatkan istirahat sekitar 20 hingga 30 menit di tempat yang teduh
  • Sebisa mungkin batasi aktivitas fisik berat pada jam rawan panas, yakni pukul 10.00 pagi hingga 13.00 siang
  • Jika harus memakai jaket sesuai aturan perusahaan, biarkan resleting sedikit terbuka agar panas tubuh bisa bertukar lebih mudah dengan udara luar
  • Segera hentikan aktivitas jika tubuh mulai merasa pusing, mual, lemas, atau bahkan kebingungan
  • Nutrisi makanan juga harus diperhatikan agar tubuh memiliki cadangan energi
Nur memberikan saran tegas kepada pihak korporasi. Menurutnya, kebijakan tempat kerja harus adaptif demi menyelamatkan nyawa karyawannya.

“Perusahaan mohon mengatur jam kerja yang lebih fleksibel. Sediakan juga air minum yang cukup dan berikan tempat istirahat yang layak, jangan dibiarkan istirahat di tempat panas,” terangnya.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Muhamad Marup)