Sejarah dan Makna Halalbihalal, Tradisi Khas Indonesia setelah Idulfitri

Ilustrasi freepik

Sejarah dan Makna Halalbihalal, Tradisi Khas Indonesia setelah Idulfitri

Putri Purnama Sari • 30 March 2026 12:23

Jakarta: Setelah menjalani ibadah puasa selama satu bulan penuh di bulan Ramadan, umat Islam merayakan Idulfitri sebagai momen kemenangan. Di Indonesia, perayaan ini tidak hanya identik dengan salat Id dan berkumpul bersama keluarga, tetapi juga dengan tradisi khas yang selalu hadir setiap tahunnya, yakni halalbihalal.

Halalbihalal merupakan kegiatan silaturahmi yang dilakukan setelah Lebaran. Tradisi ini biasanya diwujudkan dalam berbagai bentuk, mulai dari pertemuan keluarga besar, acara kantor, hingga kegiatan komunitas. Tujuan utamanya adalah saling memaafkan dan mempererat hubungan antarsesama.

Menariknya, meskipun terdengar seperti istilah dalam bahasa Arab, “halalbihalal” justru tidak ditemukan dalam literatur Islam klasik. Istilah ini lahir di Indonesia sebagai bentuk adaptasi nilai-nilai Islam seperti silaturahmi, saling memaafkan, dan menjaga persatuan dalam konteks budaya lokal.

Kata halalbihalal bahkan sudah dibakukan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Dalam KBBI, halalbihalal berarti maaf-memaafkan setelah menunaikan ibadah puasa Ramadan, biasanya diadakan di sebuah tempat (auditorium, aula, dan sebagainya) oleh sekelompok orang. Halalbihalal juga diartikan sebagai bentuk silaturahmi.

Sejarah Halalbihalal di Indonesia


Ilustrasi: freepik

Tradisi halalbihalal mulai populer pada masa pemerintahan Soekarno. Dilansir dari laman Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, istilah ini pertama kali diperkenalkan oleh Wahab Chasbullah, salah satu pendiri Nahdlatul Ulama.

Kala itu, Indonesia tengah menghadapi ketegangan politik pasca-Lebaran. Untuk meredam konflik, KH. Wahab Chasbullah mengusulkan kepada Presiden Soekarno untuk menggelar pertemuan besar yang mempertemukan para tokoh bangsa dalam suasana silaturahmi.

Usulan tersebut kemudian diwujudkan dalam sebuah acara yang diberi nama “halalbihalal”. Melalui forum tersebut, para pemimpin yang sebelumnya berselisih dapat saling bermaafan dan memperbaiki hubungan.

Sejak saat itu, tradisi halalbihalal terus berkembang dan menjadi budaya yang melekat di masyarakat Indonesia hingga sekarang.

Makna Halalbihalal yang Perlu Diketahui

Tradisi halalbihalal tidak sekadar kegiatan berkumpul, tetapi juga memiliki makna filosofis yang mendalam. Berikut beberapa nilai penting yang terkandung di dalamnya:

1. Mempererat Silaturahmi

Halalbihalal menjadi momen untuk kembali menjalin komunikasi dengan keluarga, teman, dan rekan kerja setelah lama tidak bertemu akibat kesibukan.

2. Saling Memaafkan

Dalam ajaran Islam, hubungan antarmanusia perlu diselesaikan secara langsung. Melalui halalbihalal, setiap individu memiliki kesempatan untuk meminta dan memberikan maaf secara tulus.

3. Menjaga Persatuan

Tradisi ini juga berperan sebagai sarana memperkuat kebersamaan, baik dalam lingkup keluarga, masyarakat, hingga pemerintahan.

4. Merawat Budaya Lokal

Halalbihalal merupakan bukti bahwa nilai-nilai Islam dapat berjalan selaras dengan budaya Nusantara. Tradisi ini menjadi identitas khas Indonesia yang tidak ditemukan di negara lain.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Arga Sumantri)