TNI AL Kerahkan 3 KRI dan Helikopter Bantu Penanganan Gempa NTT

TNI Angkatan Laut mengerahkan tiga Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) untuk memperkuat operasi penanggulangan bencana gempa bumi di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Metro TV

TNI AL Kerahkan 3 KRI dan Helikopter Bantu Penanganan Gempa NTT

Ferdinandus Rabu • 16 August 2026 10:56

Kupang: TNI Angkatan Laut mengerahkan tiga Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) untuk memperkuat operasi penanggulangan bencana gempa bumi di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).

KRI HIU telah sandar di Pelabuhan Markas Komando Daerah Angkatan Laut VII (Koarmada VII) di Kupang, NTT. Kapal ini akan mengangkut bantuan logistik menuju Kabupaten Sikka-Maumere untuk selanjutnya didistribusikan ke sejumlah daerah terdampak gempa.

Selain itu, dua kapal perang lainnya juga telah bergeser menuju Kabupaten Manggarai dan Manggarai Barat. TNI AL juga mengerahkan satu helikopter dan satu pesawat Cassa untuk mendukung operasi penanganan bencana gempa Flores.

Komandan Koarmada VII, Laksamana Muda TNI Joni Sudianto, menjelaskan KRI HIU bertolak dari Kupang menuju Kabupaten Sikka dengan membawa kebutuhan logistik. Selanjutnya, KRI Bung Hatta bergerak dari Makassar menuju Kabupaten Manggarai membawa bantuan logistik.
 


"Sementara itu, KRI Suharsono berlayar dari Surabaya menuju Manggarai dengan mengangkut satu batalion personel yang terdiri atas satu kompi Zeni Marinir dan satu kompi tim kesehatan, termasuk tenaga medis dan dokter, serta membawa obat-obatan," kata Laksamana Muda TNI Joni Sudianto, Minggu, 16 Agustus 2026.

Selain kapal perang, TNI AL juga menerjunkan satu helikopter yang difungsikan sebagai ambulans udara atau mobile ambulance, serta satu pesawat Cassa untuk mendukung mobilitas personel dan logistik.



Kerusakan bangunan yang terdampak gempabumi M7,7 di Kabupaten Manggarai Timur. (Sumber : BPBD Kabupaten Manggarai Timur)


Saat ini, personel TNI AL bersama tim SAR gabungan terus melakukan evakuasi dan membuka akses jalur darat yang terputus akibat bencana.

Sebelumnya, gempa berkekuatan magnitudo 7,7 yang berpusat di Kabupaten Mbay, Flores, berdampak luas ke sejumlah kabupaten di Pulau Flores. Ribuan bangunan, fasilitas publik, rumah sakit, sekolah, gedung pemerintahan, serta rumah-rumah warga mengalami kerusakan parah. Data sementara menyebutkan 49 orang meninggal dunia dan puluhan lainnya luka-luka.

(Whisnu M)