Didi, orang utan bertubuh besar lepas dari kandang dan keluar menuju pemukiman sebelah barat. ( Dok Warga UNS )
Sempat Masuk Permukiman, Orang Utan Didi Berhasil Dikembalikan ke Solo Safari
Triawati Prihatsari • 18 August 2026 21:32
Solo: Orang utan koleksi Solo Safari bernama Didi yang sempat keluar dari kandang dan bergerak ke area permukiman warga berhasil dievakuasi. Satwa tersebut telah diamankan dan dikembalikan ke exhibit dalam kondisi terkendali.
Peristiwa orang utan lepas dari kandang terjadi pada Selasa sore, 18 Agustus 2026. Didi sempat bergerak menuju sejumlah area di sekitar Solo Safari, termasuk kawasan warung makan dan permukiman warga.
Petugas parkir bernama Eko mengatakan orang utan tersebut terlihat sekitar pukul 15.30 WIB. Didi disebut bergerak dari sisi Solo Safari, melintasi kawasan pertokoan, hingga masuk ke area warung makan.
"Orang utan melempat dari dinding (Solo Safari) lalu jalan sampai depan (kios) buah, terus menyeberang, menjatuhkan gerobak angkringan di depan terus masuk ke sini. Di sini menjatuhkan dua kendaraan," ujar Eko di Solo, Selasa, 18 Agustus 2026.
Setelah berada di kawasan warung, orang utan tersebut kembali bergerak menuju area lain hingga ke sekitar pasar dan kawasan kos-kosan. Petugas Solo Safari kemudian datang untuk melakukan pengamanan dan evakuasi.
"Orang utan terus jalan sana. Sampai ke pasar, terus ke tempat kos-kosan sebelah situ. Terus baru diatasi dari pihak petugas Satwa Tarunya itu. Ya warga sempat panik, takut," beber Eko.
General Manager Solo Safari Miyana memastikan penanganan orang utan tersebut telah selesai. Setelah menerima laporan, TSI Group langsung mengerahkan tim internal yang memiliki kompetensi dalam penanganan satwa.
"Setelah menerima informasi terkait kejadian, TSI Group segera mengerahkan tim internal yang memiliki kompetensi dalam penanganan satwa untuk melakukan pengamanan di lapangan," ungkap Miyana.

Orang utan di Ragunan. Foto: Metro TV/Rifda Muthia Zahra
Miyana mengatakan proses evakuasi dilakukan secara terukur dengan mengutamakan keselamatan warga dan kesejahteraan satwa. Tim kemudian berhasil mengamankan Didi dan mengembalikannya ke exhibit.
"Dalam proses tersebut, TSI Group memastikan penanganan dilakukan dengan mempertimbangkan aspek keselamatan publik sekaligus kesejahteraan satwa, sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari standar pengelolaan satwa kami," ungkap Miyana.