Jelang Sidang Ijazah, Jokowi Reuni dengan Teman Kuliah

Jokowi terlihat bersama rekan seangkatan Fakultas Kehutanan UGM keluar dari kediaman di Solo. (Metrotvnews.com/Triawati Prihatsari)

Jelang Sidang Ijazah, Jokowi Reuni dengan Teman Kuliah

Triawati Prihatsari • 20 July 2026 19:55

Solo: Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) menggelar pertemuan dengan rekan-rekan seangkatannya di Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM) di kediaman pribadinya di Sumber, Banjarsari, Solo, Senin, 20 Juli 2026. Sebanyak delapan rekan Jokowi, termasuk Mulyono, mengadakan pertemuan tertutup selama kurang lebih 1,5 jam.

Ditemui usai pertemuan, Jokowi mengatakan pembicaraan bersama rekan-rekannya bertujuan untuk bersilaturahmi, sekaligus mempersiapkan diri menghadiri sidang kasus ijazah palsu yang dijadwalkan pada 6 Agustus 2026 mendatang di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur.

"(Reuni, Pak?) Ya, mempersiapkan diri dan rekan-rekan saya seangkatan (untuk sidang)," ungkap Jokowi di Solo.

Jokowi membenarkan bahwa salah satu pembahasan utama dalam pertemuan tersebut terkait agenda persidangan. Ia juga memastikan bakal hadir langsung dalam persidangan itu.

"Iya, betul," kata Jokowi singkat.

Usai pertemuan, Jokowi dan rekan-rekannya pergi makan siang bersama. Di sisi lain, sebanyak 15 teman masa kuliah Jokowi bakal menjadi saksi dalam sidang tudingan ijazah palsu dengan terdakwa Roy Suryo dan dr. Tifa. Dua teman masa kuliah Jokowi di UGM, Mustoha Iskandar dan Prono, sempat mendatangi kediamannya di Solo.

Tersangka kasus dugaan fitnah dan pencemaran nama baik terkait keaslian ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi), Roy Suryo. Foto: Dok. Antara.

Kuasa hukum Mustoha dan Prono, Ade Darmawan, menyebut kehadiran kliennya bertujuan untuk mencocokkan keterangan yang akan disampaikan dalam persidangan, sekaligus menyegarkan ingatan terkait Berita Acara Pemeriksaan (BAP).

"Kita memastikan saksi-saksi ini bisa hadir semua tanpa terkecuali dari beberapa yang diperiksa oleh kepolisian. Kita cek kesehatannya, memorinya, pengingatnya ketika di BAP seperti apa. Ini kan sudah hampir satu tahun lebih, sehingga perlu kita cross-check kembali. Yang kita pastikan adalah konsisten pada apa yang sudah disampaikan," jelas Ade.

(Lukman Diah Sari)