Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat. Dok Metrotvnews.com
Rerie: Perlu Langkah Nyata agar Gerakan Literasi Tidak Terhenti
Achmad Zulfikar Fazli • 20 July 2026 16:49
Jakarta: Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat (Rerie) mendorong solusi kolektif untuk mengatasi dampak keterbatasan anggaran Perpustakaan Nasional (Perpusnas). Hal ini sebagai bagian upaya konsisten untuk meningkatkan literasi nasional.
"Sejumlah langkah nyata harus segera dilakukan agar gerakan literasi nasional tidak terhenti. Menghidupkan gotong royong dan kreativitas di semua lini bisa menjadi solusi bagi keberlanjutan gerakan literasi," kata Rerie dalam keterangan tertulisnya, Senin, 20 Juli 2026.
Pada Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi X DPR, Kamis, 16 Juli 2026, Kepala Perpusnas, E. Aminudin Aziz, menyebut, dengan pagu anggaran 2026 senilai Rp377,9 miliar, program pembagian buku gratis ke desa dan taman baca yang selama ini berjalan sukses terpaksa dihentikan total. Sementera itu, pada 2025, Perpusnas mendapatkan alokasi anggaran Rp721,6 miliar.
Menurut Rerie, program peningkatan literasi masyarakat harus konsisten dilakukan dan tidak boleh berjalan sendiri-sendiri. Sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat harus diperkuat dengan aksi nyata.
Apalagi, mengutip data terbaru Perpusnas menunjukkan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) nasional per Maret 2026 masih berada di angka 40,6 atau dalam kategori rendah.

Ilustrasi buku. freepik
Rerie menegaskan sejumlah langkah konkret harus segera dilakukan seperti peningkatan peran daerah dalam ikut mendorong budaya baca dan literasi, serta penguatan kolaborasi multi-pihak yang melibatkan dunia usaha, pegiat literasi, dan komunitas.
"Salah satu problem utama literasi bukan semata ketiadaan minat baca, tetapi masih rendahnya akses terhadap bahan bacaan bermutu. Butuh kreativitas bersama untuk menjangkau hingga pelosok, misalnya dengan memaksimalkan peran Taman Bacaan Masyarakat (TBM) yang tersebar di daerah," jelas Rerie.
"Literasi adalah fondasi kedaulatan bangsa. Jika generasi penerus tak mampu menelaah informasi dengan baik karena rendahnya kemampuan literasi, hal itu berpotensi menggerus kedaulatan bangsa di masa datang," ujar Rerie.