Riau Bhayangkara Run 2026 Dinilai Perkuat Citra Positif Polri

Riau Bhayangkara Run 2026. (Dok. Istimewa)

Riau Bhayangkara Run 2026 Dinilai Perkuat Citra Positif Polri

Duta Erlangga • 22 July 2026 09:49

Jakarta: Riau Bhayangkara Run 2026 dinilai berhasil membangun citra positif masyarakat terhadap Polri. Berdasarkan laporan Analisis Media 360° periode 15–21 Juli 2026, kegiatan tersebut memperoleh indeks penerimaan publik sebesar 95 persen di media sosial dan 78 persen di media berita, yang mencerminkan dominasi sentimen positif dan netral terhadap penyelenggaraan acara.

Laporan tersebut menyebutkan, tingginya penerimaan publik ditopang oleh narasi Green Policing yang diusung Polri, serta keberhasilan pengelolaan operasional selama pelaksanaan event yang melibatkan sekitar 2.400 personel gabungan. Pendekatan tersebut dinilai mampu memposisikan Polri tidak hanya sebagai aparat penegak hukum, tetapi juga sebagai fasilitator kegiatan publik.

Media Sosial Jadi Penggerak Antusiasme

Dari sisi eksposur digital, media sosial menunjukkan respons yang lebih tinggi dibandingkan media pemberitaan. Analisis mencatat audiens media sosial memberikan respons yang lebih emosional dengan tingkat penerimaan mencapai 95 persen, atau sekitar 17 poin lebih tinggi dibandingkan media berita.


Laporan Analisis Media 360° pada penyelenggaraan Riau Bhayangkara Run 2026. (Dok. Istimewa)

Instagram menjadi platform dengan tingkat interaksi tertinggi, mencatat 36.980 engagement dan 88.054 likes. Sementara itu, TikTok mendominasi jangkauan visual dengan 838.955 tayangan, sedangkan Threads menjadi platform dengan jumlah unggahan terbanyak sebanyak 321 postingan. Adapun X (Twitter) mencatat indeks penerimaan tertinggi dari seluruh kanal, yakni 99 persen.
   

Green Policing Jadi Narasi Utama

Laporan juga mengidentifikasi lima isu utama yang mendominasi percakapan publik selama penyelenggaraan Riau Bhayangkara Run 2026. Narasi Green Policing menjadi tema yang paling menonjol melalui kampanye pelestarian lingkungan dan pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Selain itu, perhatian publik juga tertuju pada rekor keikutsertaan 15.080 pelari dari empat negara, pengamanan rute oleh 2.400 personel gabungan, kegiatan pembersihan rute pasca-acara, serta dukungan sejumlah BUMN dalam penyelenggaraan event tersebut.

Dinilai Bangun Kepercayaan Publik

Dalam analisis tersebut, penyelenggaraan Riau Bhayangkara Run 2026 dinilai memberikan sejumlah dampak terhadap persepsi publik terhadap Polri. Selain memperkuat citra humanis, keberhasilan pengamanan acara dinilai menunjukkan kompetensi operasional Polri, sekaligus memperkuat narasi Green Policing sebagai bagian dari kepedulian terhadap isu lingkungan.

Laporan juga menilai pendekatan tersebut berkontribusi pada penguatan personal branding Kapolda Riau serta mendukung pengembangan sport tourism di daerah. Model penyelenggaraan seperti ini dinilai layak direplikasi sebagai bagian dari pendekatan community policing yang mampu membangun kepercayaan publik melalui pelayanan dan kegiatan kemasyarakatan.

(Rosa Anggreati)