Apa Itu Vibecession? Fenomena yang Banyak Dialami Gen Z

Ilustrasi. Foto: Freepik.

Apa Itu Vibecession? Fenomena yang Banyak Dialami Gen Z

Eko Nordiansyah • 22 July 2026 18:11

Jakarta: Istilah vibecession ramai diperbincangkan oleh masyarakat, terutama generasi Z di Amerika Serikat (AS). Istilah yang dicetuskan oleh Kyla Scanlon ini menggambarkan situasi ekonomi yang stabil, namun dibarengi dengan persepsi masyarakat soal pelemahan ekonomi.

Apa itu vibecession?

Vibecession, gabungan dari kata vibe dan recession,. Vibecession adalah istilah ekonomi yang menggambarkan ketidaksesuaian antara data ekonomi yang positif dan rasa cemas atau pesimisme publik terhadap kondisi keuangan.

Tidak hanya soal indikator ekonomi tradisional seperti pasar saham, inflasi, atau angka pengangguran, istilah ini juga sering dipakai untuk menggambarkan tentang bagaimana kondisi ekonomi dirasakan oleh masyarakat.

Bagi Gen Z, pandangannya tentang uang lebih dipengaruhi oleh perasaan negatif terhadap kondisi ekonomi dan lingkungan, daripada laporan atau prediksi ekonomi. Pergeseran generasi ini menunjukkan kesejahteraan emosional dan mental kini menjadi inti dalam pengambilan keputusan keuangan.
 
Pandangan ini, pada gilirannya, memengaruhi cara mereka menafsirkan masa depan sebagai sesuatu yang akan terus memburuk, dan akhirnya menciptakan narasi yang dapat membentuk realitas.
class=big_center
(Ilustrasi. Foto: Freepik)

Penyebab munculnya vibecession

Berikut penyebab dari munculnya kecemasan vibecession di kalangan anak muda:

1. Angka vs Realita

Secara statistik (seperti pertumbuhan PDB atau angka tenaga kerja), kondisi ekonomi terlihat stabil atau tumbuh, tetapi masyarakat merasa hidup makin sulit.

2. Pengaruh Inflasi

Harga barang yang tetap tinggi membuat daya beli terasa turun meskipun pendapatan naik secara nominal.

3. Peran Media dan Emosi

Berita buruk, media sosial, dan rasa trauma finansial membuat orang merasa pesimistis, meski tidak terjadi resesi sungguhan.

Dampak bagi masyarakat

Ada beberapa dampak yang ditimbulkan dari fenomena vibecession bagi masyarakat, antara lain:

1. Menahan Pengeluaran: Orang cenderung lebih berhati-hati dan mengurangi belanja barang sekunder karena takut masa depan tidak pasti.

2. Kecemasan Finansial: Muncul rasa tidak aman secara psikologis terkait pekerjaan dan tabungan, terlepas dari kondisi makroekonomi yang diklaim aman.

Memahami fenomena vibecession di kalangan Gen Z dapat membantu melihat bagaimana generasi ini merespons ketidakpastian zaman. Dalam menghadapi tantangan ekonomi dan sosial, mereka menciptakan narasi baru melalui ekspresi budaya dan media sosial.

(Eko Nordiansyah)