Art Jakarta akan menggelar edisi perdana Art Jakarta Papers di City Hall, Pondok Indah Mall 3 pada 5-8 Februari 2026. (Foto: Dok. Ist)
Art Jakarta Papers 2026 Resmi Digelar, Angkat Medium Kertas sebagai Fokus Utama
Patrick Pinaria • 23 January 2026 18:28
Jakarta: Art Jakarta akan menggelar edisi perdana Art Jakarta Papers di City Hall, Pondok Indah Mall 3 pada 5-8 Februari 2026. Pekan seni rupa ini menghadirkan 28 galeri dari dalam negeri dan Asia, dengan fokus utama pada eksplorasi karya seni berbasis medium kertas.
Selain presentasi dari galeri peserta, Art Jakarta Papers juga menampilkan sejumlah presentasi tunggal berupa instalasi dan karya seni kertas oleh seniman Indonesia. Rangkaian acara ini dilengkapi dengan program diskusi yang dikurasi secara khusus untuk menyoroti peran kertas dalam praktik seni rupa kontemporer.
Art Jakarta Papers dihadirkan sebagai bentuk perhatian dan dukungan berkelanjutan terhadap praktik seni rupa berbahan kertas. Dalam konteks lokal, medium kertas, mulai dari karya gambar, cetak, ilustrasi, buku seniman, hingga praktik eksperimental berbasis arsip dan riset—kerap diposisikan sebagai medium sekunder, meski memiliki peran penting dalam proses artistik, eksplorasi gagasan, serta produksi pengetahuan visual.
Direktur Artistik Art Jakarta Enin Supriyanto mengatakan, melalui Art Jakarta Papers, pihaknya berharap dapat memperluas pemahaman publik terhadap seni kertas.
"Art Jakarta berharap bahwa acara ini akan memperkuat, memperdalam, dan memperluas apresiasi serta pengetahuan pecinta seni, kolektor, dan khalayak umum di Indonesia dan sekitarnya atas beragam bentuk dan pencapaian seni rupa kontemporer bermedium kertas," ujar Enin.
Pada edisi perdananya, Art Jakarta Papers didukung oleh Lead Partners BCA dan Sucor Asset Management. Kehadiran dua institusi dari industri keuangan ini memperkuat posisi Art Jakarta sebagai bagian dari ekosistem seni rupa Indonesia dan regional.
BCA melalui myBCA Space menghadirkan instalasi seni monolitik karya Rudy Atjeh. Instalasi berbahan kertas yang dipotong secara manual ini menggambarkan perjalanan hidup manusia melalui metafora sebuah pohon, dengan akar sebagai prinsip dasar, batang sebagai simbol keteguhan, dan dahan yang merepresentasikan fase-fase kehidupan. Pengunjung juga diajak berinteraksi melalui aktivitas origami yang terus mengembangkan karya selama pameran berlangsung.
Sementara itu, Sucor Asset Management mempersembahkan Sucor AM Corner, sebuah instalasi interaktif hasil kolaborasi dengan seniman Naufal Abshar. Mengusung konsep catur sebagai metafora investasi, instalasi ini menampilkan enam patung paper mache yang merepresentasikan bidak catur dengan karakter dan peran berbeda, sekaligus menggambarkan strategi dan pengambilan keputusan dalam dunia investasi.
Dukungan lain datang dari EDISII sebagai Main Partner, yang akan menampilkan karya seni cetak edisi terbatas hasil kolaborasi dengan sejumlah seniman kontemporer Indonesia, dari pendatang baru hingga seniman senior.
Art Jakarta Papers juga menghadirkan sektor SPOT, yang menampilkan kurasi presentasi tunggal karya instalasi berskala besar dari galeri peserta. Pada sektor ini, akan ditampilkan karya Iwan Effendi yang dibawa ara contemporary, serta karya dari kolektif fotografi Ruang MES 56 yang dibawa kohesi Initiatives.
Untuk melengkapi diskursus mengenai peran kertas dalam seni rupa, Art Jakarta Papers akan menggelar enam program diskusi pada 7-8 Februari 2026. Topik yang dibahas meliputi posisi karya kertas dalam ekosistem seni rupa, tantangan konservasi di iklim tropis, peluang pasar internasional, hingga isu restorasi kertas.
Art Jakarta Papers akan dibuka khusus untuk tamu undangan pada Kamis, 5 Februari 2026, pukul 15.00-21.00 WIB, dan untuk publik pada hari Jumat, 6 Februari 2026, pukul 15.00–21.00 WIB dan Sabtu-Minggu, 7-8 Februari 2026, pukul 11.00-21.00 WIB. Tiket tersedia mulai 21 Januari 2026 melalui situs resmi artjakarta.com.