Plt. Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja meninjau area pasar tumpah SGC di Kecamatan Cikarang Utara. ANTARA/Pradita Kurniawan Syah.
Ratusan Lapak Pedagang Pasar Tumpah SGC Direlokasi Demi Urai Kemacetan
Silvana Febiari • 21 January 2026 00:17
Kabupaten Bekasi: Pemerintah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, merelokasi secara bertahap ratusan lapak pedagang pasar tumpah di area Simpang Sentra Grosir Cikarang (SGC), Kecamatan Cikarang Utara. Langkah ini dilakukan sebagai upaya penataan kompleks sekaligus mengurai kemacetan.
"Relokasi adalah solusi penataan pasar sekaligus mengurai kemacetan lalu lintas yang kerap terjadi di kawasan ini," kata Plt Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja di Cikarang, dikutip dari Antara, Selasa, 20 Januari 2026.
Saat mengunjungi pasar tumpah SGC, Asep menyempatkan untuk berdialog dengan masyarakat sekitar serta para pedagang yang selama ini beraktivitas di lokasi tersebut. Hasilnya, disepakati penataan dilakukan bertahap dan mengedepankan pendekatan persuasif.
Baca Juga :
45 Kios Pasar Baru Cikarang Ludes Dilalap Api
"Kita tadi sudah diskusi dengan masyarakat sekitar. Insya-Allah penanganan dilakukan bertahap. Mulai Februari pedagang yang berada di pinggir jalan akan kita relokasi ke Jalan Tumaritis," ujarnya.
Ia menjelaskan Jalan Tumaritis merupakan aset pemerintah yang selama ini dikenal sebagai jalan mati. Jalan ini dinilai cukup representatif untuk dijadikan lokasi baru bagi para pedagang. Dengan upaya relokasi tersebut, ruas jalan utama di depan SGC akan difungsikan kembali sepenuhnya untuk lalu lintas kendaraan.
"Nanti di sini akan kita relokasi semua pedagang. Jalan di depan SGC hanya difungsikan untuk kendaraan besar maupun kecil, tidak ada lagi pedagang di membuka lapak badan jalan," bebernya.

Plt. Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja meninjau area pasar tumpah SGC di Kecamatan Cikarang Utara. ANTARA/Pradita Kurniawan Syah.
Berdasarkan data sementara, lebih dari 500 lapak pedagang yang akan direlokasi. Jumlah tersebut dinilai masih mampu ditampung ke lokasi baru sehingga diharapkan dapat mengurangi kepadatan lalu lintas, terutama pada jam-jam sibuk.
"Ini salah satu solusi penanganan kemacetan. Kita tidak memungkiri, sampai sekarang kemacetan masih sering terjadi, terutama saat menjelang malam dan di pagi hari," ungkap Asep.
Pemerintah daerah berencana menata kawasan pasar secara menyeluruh, mulai dari merapikan jalan hingga memperbaiki saluran air. Tujuannya agar pasar yang baru lebih tertata, nyaman, dan aman bagi pedagang maupun pengunjung.
"Pasarnya kita pindahkan, jalannya kita rapikan, saluran airnya kita benahi. Biar pedagang bisa berjualan dengan nyaman dan masyarakat juga merasa nyaman saat berbelanja," tandasnya.