Pencarian 82 Korban Hilang Tertimbun Longsor di Bandung Barat Terkendala Cuaca

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Jawa Barat Bambang Imanudin saat memberikan keterangan di lokasi terjadinya bencana longsor di Kecamatan Cisarua, Bandung Barat, Sabtu (24/1/2026). ANTARA/Rubby Jovan

Pencarian 82 Korban Hilang Tertimbun Longsor di Bandung Barat Terkendala Cuaca

Whisnu Mardiansyah • 24 January 2026 16:40

Bandung Barat: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat menyatakan kondisi cuaca menyulitkan proses pencarian 82 warga yang tertimbun longsor di Desa Pasirlangu, Kabupaten Bandung Barat. Peristiwa terjadi pada Sabtu dini hari, 24 Januari 2026.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Jawa Barat, Bambang Imanudin, mengatakan hujan yang terus mengguyur lokasi membuat tim gabungan Basarnas dan SAR kesulitan melakukan upaya pencarian.

“Tim sebenarnya sudah siap, tetapi persoalannya lokasi ini terus diguyur hujan. Ini menyulitkan kami dalam proses pencarian,” ujar Bambang di lokasi kejadian seperti dilansir Antara, Sabtu, 24 Januari 2026.

Dia menambahkan, alat berat dari BPBD dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) telah disiagakan di sekitar lokasi. Namun, akses menuju titik longsor masih terus dikoordinasikan mengingat kondisi tanah yang lembek dan masih ada pergerakan material.
 


“Kondisi tanah masih lembek dan masih ada sedikit pergerakan material, sehingga kami harus memastikan jalur yang aman bagi alat berat,” katanya.

Menurut Bambang, area pencarian membentang sepanjang sekitar tiga kilometer, mulai dari kawasan puncak hingga sisi kiri lereng. Proses evakuasi pun membutuhkan waktu dan kehati-hatian ekstra.

Bambang mencatat sebanyak 400 warga Desa Pasirlangu harus dievakuasi oleh tim petugas gabungan akibat bencana tersebut. Kebutuhan mendesak warga saat ini meliputi matras, selimut, dan bahan kebutuhan pokok, karena mereka masih bertahan di lokasi pengungsian.


Longsor di Pasirlangu, Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Metrotvnews.com/Roni Kurniawan

“Jumlah warga yang mengungsi saat ini diperkirakan sekitar 400 orang. Untuk logistik, kami berharap semuanya tercukupi, termasuk bantuan dari pemerintah provinsi yang sudah mulai masuk,” kata Bambang.

Akibat kejadian tersebut, hingga Sabtu, 24 Januari 2026, pukul 15.50 WIB, sebanyak sembilan warga dinyatakan meninggal dunia. Puluhan rumah warga juga dilaporkan tertimbun material longsor dan lumpur.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Whisnu M)