Pasukan Yaman dilaporkan merebut Jabal Zalat dari Houthi setelah bentrokan di Provinsi Lahj. (Anadolu Agency)
Pasukan Yaman Rebut Jabal Zalat dari Houthi di Dekat Bab el-Mandeb
Willy Haryono • 23 September 2026 07:16
Sanaa: Pasukan Yaman berhasil merebut sebuah gunung strategis Jabal Zalat yang menghadap kawasan dekat Bab el-Mandeb setelah terlibat bentrokan dengan kelompok pemberontak Houthi, kata seorang pejabat senior, Selasa, 22 September 2026.
Fayyad Alnoman, asisten wakil menteri di Kementerian Informasi Yaman untuk urusan televisi, mengatakan sumber-sumber lapangan di media sosial X melaporkan pasukan militer pemerintah berhasil mengusir pasukan Houthi dari Jabal Zalat.
Gunung tersebut terletak di belakang rangkaian Pegunungan Kahbub di Provinsi Lahj. Alnoman mengatakan Jabal Zalat menghadap kawasan Al-Omari dan Bab el-Mandeb, jalur perairan strategis yang menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden.
Menurut Alnoman, Houthi mengalami kerugian besar dalam personel dan peralatan militer selama pertempuran.
Ia mengatakan penguasaan Jabal Zalat membuat kamp militer Al-Omari berada dalam jangkauan tembakan pasukan pemerintah. Kondisi tersebut, menurut dia, memperkuat posisi pasukan pemerintah sekaligus meningkatkan tekanan militer terhadap lokasi-lokasi yang dikuasai Houthi di kawasan tersebut.
Houthi belum memberikan komentar mengenai laporan tersebut.
Pertempuran di Taiz-Lahj Meningkat
Pertempuran dalam beberapa pekan terakhir meningkat di sepanjang garis depan antara Provinsi Taiz dan Lahj.Pasukan pemerintah sebelumnya melaporkan telah merebut sejumlah dataran tinggi di rangkaian Pegunungan Kahboub dan melancarkan serangan balasan menuju posisi-posisi yang dikuasai Houthi.
Kawasan tersebut menguasai jalur menuju pantai barat Yaman, Bab el-Mandeb, dan Dhubab.
Yaman telah dilanda konflik sejak kelompok Houthi merebut ibu kota Sanaa dan sejumlah provinsi pada September 2014. Kondisi tersebut mendorong koalisi Arab pimpinan Arab Saudi melakukan intervensi pada Maret 2015 untuk mendukung pemerintah yang diakui secara internasional.
Baca juga: Enggan Menyerang, Pemimpin Militer AS Terbelah dalam Merespons Houthi di Yaman