Perang Rusia-Ukraina telah meletus sejak Februari 2022. (Anadolu Agency)
Rusia-Ukraina Saling Serang Sepanjang Malam, Moskow Klaim Tembak Jatuh 645 Drone
Willy Haryono • 26 September 2026 16:11
Moskow: Rusia dan Ukraina kembali saling melemparkan tuduhan terkait serangkaian serangan udara sepanjang Jumat malam yang menyebabkan sedikitnya sembilan orang terluka.
Gubernur wilayah Rostov, Yury Slyusar, mengatakan lima orang terluka dalam serangan drone Ukraina pada malam hari. Korban terdiri atas satu orang di Taganrog dan empat orang di Azov, termasuk seorang anak.
“Lima orang terluka dalam serangan drone musuh pada malam hari. Korban termasuk satu orang di Taganrog dan empat orang di Azov, di antaranya seorang anak, setelah drone menghantam bangunan tempat tinggal,” kata Slyusar melalui Telegram yang dikutip Anadolu Agency, Sabtu, 26 September 2026.
Slyusar mengatakan seluruh korban telah dilarikan ke rumah sakit. Ia mengklaim pertahanan udara Rusia menjatuhkan lebih dari 30 drone di sejumlah kota di wilayah tersebut, termasuk Rostov-on-Don, serta Distrik Azovsky, Myasnikovsky, dan Neklinovsky.
Di Azov, drone yang jatuh merusak sejumlah bangunan apartemen, rumah pribadi, fasilitas industri, sekolah, pusat kebudayaan, dan kendaraan, kata Slyusar.
Gubernur wilayah Krasnodar yang berdekatan, Veniamin Kondratyev, mengatakan Distrik Seversky diserang sebuah drone. Ia menyebut terdapat sejumlah korban, tanpa merinci jumlahnya.
Menurut Kondratyev, salah satu korban mengalami luka serius. Puing-puing drone merusak sebuah bangunan tempat tinggal dan memicu kebakaran di dua fasilitas industri.
Kementerian Pertahanan Rusia mengklaim telah menjatuhkan 645 drone Ukraina di 13 wilayah, serta di atas Laut Hitam, Laut Azov, dan Crimea yang dianeksasi Rusia pada 2014.
Kementerian tersebut juga mengklaim serangan Rusia pada malam hari di Ukraina menghantam pusat data di Kyiv yang disebut memfasilitasi operasi internet seluler dan mendukung sistem komunikasi satelit Starlink untuk Angkatan Bersenjata Ukraina.
Rusia juga mengklaim serangan menghantam fasilitas pelabuhan, jembatan jalan, dan pusat logistik di wilayah Odesa, Ukraina selatan. Selain itu, Rusia mengklaim sebuah kapal kargo di Laut Hitam yang disebut membawa pasokan militer turut menjadi sasaran.
Serangan di Ukraina
Di ibu kota Ukraina, Administrasi Militer Kota Kyiv mengatakan sebuah drone menghantam area antara gedung hunian lima lantai dan bangunan komersial di Distrik Solomianskyi.Wali Kota Kyiv Vitali Klitschko mengatakan laporan awal menunjukkan empat orang terluka. Upaya pencarian dan penyelamatan masih berlangsung di lokasi.
Klitschko kemudian mengatakan kebakaran terjadi di dekat sejumlah bangunan gudang di Distrik Darnytskyi. Kebakaran lain juga terjadi di sebuah toko setelah drone jatuh di area pusat perbelanjaan di Distrik Sviatoshynskyi.
Di Distrik Obolonskyi, puing-puing drone jatuh di dekat bangunan tempat tinggal dan memecahkan kaca jendela. Sementara itu, kebakaran terjadi di sebuah gedung perkantoran di Distrik Solomianskyi akibat jatuhnya drone.
Gubernur Odesa Oleh Kiper mengatakan serangan “besar-besaran” terjadi terhadap infrastruktur sipil di wilayah tersebut. Serangan itu merusak fasad dan jendela lebih dari 10 rumah pribadi dan bangunan apartemen, kompleks hotel dan restoran, serta bangunan administratif di sebuah fasilitas bisnis di wilayah selatan Odesa.
Angkatan Udara Ukraina mengklaim pertahanan udara negara tersebut menembak jatuh 134 dari 173 drone yang diluncurkan Rusia pada malam hari. Verifikasi independen terhadap klaim kedua pihak sulit dilakukan karena perang masih berlangsung.
Moskow dan Kyiv meningkatkan serangan dalam beberapa bulan terakhir dengan menargetkan pusat logistik, pelabuhan, dan infrastruktur energi satu sama lain.
Kedua pihak membantah sengaja menargetkan infrastruktur sipil dan menyatakan serangan diarahkan pada sasaran militer atau fasilitas yang terkait dengan aktivitas militer.
Baca juga: Zelensky Sebut Ukraina Siap Hentikan Serangan jika Rusia Lakukan Hal Serupa