Julie Laiskodat Dorong Pemulihan Medis Pascagempa di NTT

Anggota DPR RI Julie Soetrisno Laiskodat mengunjungi tenda korban gempa NTT. Foto: Istimewa.

Julie Laiskodat Dorong Pemulihan Medis Pascagempa di NTT

Gabriella Thesa Widiari • 22 August 2026 22:36

Jakarta: Anggota DPR RI Fraksi NasDem, Julie Sutrisno Laiskodat, mendorong penguatan dan pemulihan pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak gempa di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT). Hal tersebut disampaikannya saat meninjau langsung pelayanan kesehatan darurat di Puskesmas Boawae bersama Tim NasDem Peduli pada Sabtu, 22 Agustus 2026.

“Dalam keadaan seperti ini, pelayanan kesehatan harus tetap berjalan. Gedungnya memang belum bisa digunakan, tetapi warga tetap membutuhkan dokter, perawat, obat-obatan, dan pertolongan medis,” ujar Julie, dalam keterangan tertulis.

Ia menegaskan bahwa penanganan pascabencana tidak boleh berhenti hanya pada penyediaan fasilitas sementara. Dukungan medis perlu diperkuat di tengah ketrebatasan.

“Saya melihat sendiri bagaimana para tenaga kesehatan tetap bekerja dengan ruang dan fasilitas yang terbatas. Dukungan obat-obatan, perlengkapan medis, dan fasilitas pelayanan sementara perlu terus diperkuat selama bangunan utama belum aman,” kata Julie.

Merespons kondisi gedung yang tak lagi aman akibat plafon jebol dan dinding retak pascagempa 15 Agustus lalu, pihak puskesmas bergerak cepat memindahkan pusat pelayanan. Kepala UPTD Puskesmas Boawae, Wilfrida Daeni, menjelaskan bahwa langkah darurat ini diambil melalui koordinasi lintas pihak demi memastikan warga tetap mendapat pertolongan.

“Untuk pelayanan kesehatan, karena gedung bangunan rusak berat, kami bersama Forkopimcam, pemerintah kecamatan, masyarakat, dan DPR melakukan koordinasi yang baik dan cepat untuk penanganan tenda darurat,” kata Wilfrida.

Ia menambahkan, pelayanan tidak hanya terpusat di tenda darurat bantuan NasDem Peduli, tetapi juga dilakukan secara mobile menyisir desa-desa terdampak. Tim yang terdiri atas dokter, perawat, petugas kesehatan lingkungan, hingga tenaga promosi kesehatan diterjunkan langsung ke lapangan.


Gerakan NasDem Peduli untuk korban gempa NTT. Foto: Istimewa.

Upaya jemput bola ini menjadi sangat krusial mengingat kebutuhan medis masyarakat terus meningkat. Hingga 22 Agustus, sebanyak 78 warga telah mendapatkan penanganan medis pascagempa, di mana tujuh pasien di antaranya masih harus menjalani perawatan intensif akibat luka berat.

Selain penanganan luka fisik, tim medis kini berpacu menghadapi ancaman masalah kesehatan baru di pengungsian, seperti Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan sesak napas akibat cuaca dingin. Sepanjang masa tanggap darurat, tercatat pula delapan warga meninggal dunia, yang sebagian besar dipicu oleh serangan jantung saat bencana terjadi.

(Gabriella Thesa Widiari)