Pasukan Israel lakukan penggerebekan terhadap warga Palestina. Foto: Anadolu
Dua Perempuan Palestina Terluka saat Israel Lakukan Penggerebekan di Tepi Barat
Fajar Nugraha • 20 August 2026 06:47
Tepi Barat: Dua perempuan Palestina terluka akibat serpihan peluru tajam saat penggerebekan militer Israel terhadap sebuah rumah di kota Qusra, sebelah selatan Nablus pada Rabu 19 Agustus 2026.
Pada saat yang sama, pasukan Israel menggerebek beberapa komunitas Palestina lainnya, sementara para pemukim melakukan serangan dan merusak properti di seluruh wilayah Tepi Barat yang diduduki, menurut sumber setempat dan para saksi mata.
Bulan Sabit Merah Palestina menyatakan bahwa tim mereka merawat seorang wanita berusia 70 tahun dan seorang remaja putri berusia 15 tahun yang terluka akibat serpihan peluru tajam selama penggerebekan tersebut, lalu membawa mereka ke rumah sakit.
Sementara itu, para pemukim Israel terus mengepung tiga rumah warga Palestina di Qusra selama 11 hari berturut-turut di bawah perlindungan militer Israel, menurut Wali Kota Qusra, Abdul Azim al-Wadi.
“Para pemukim tetap bersiaga di sekitar rumah-rumah tersebut di kawasan Ras al-Ain, sementara pasukan Israel terus berjaga dan menetapkan kawasan itu sebagai zona militer,” sebut Al-Wadi, kepada Anadolu, Kamis 20 Agustus 2026.
“Ketiga keluarga tersebut menghadapi kondisi sulit akibat pengepungan yang terus berlanjut dan pembatasan pergerakan mereka,” imbuh Al-Wadi.
Menurut sang wali kota, militer Israel juga telah mengambil alih salah satu dari ketiga rumah tersebut dan mengubahnya menjadi pos militer, sementara para pemukim tetap berada di sekitar rumah-rumah lain yang dikepung.
Pada hari Senin, al-Wadi menuduh militer Israel terlibat dalam serangan yang dilakukan para pemukim, seraya mengatakan bahwa militer sebenarnya bisa menangkap atau menyingkirkan para pemukim itu jika mereka mau, "namun militer justru menjadi mitra dalam operasi tersebut."
Di wilayah lain Tepi Barat, pasukan Israel menggerebek empat kota dan desa Palestina menggunakan kendaraan militer, menurut sumber-sumber setempat.
Di Desa al-Mughayyir, yang terletak di kegubernuran Ramallah dan al-Bireh, pasukan Israel menangkap seorang pemuda Palestina bernama Adham Mufid Zaghloul, ungkap sumber-sumber tersebut. Pasukan Israel juga menggerebek Kafr Ein, yang terletak di barat laut Ramallah.
Sementara itu, para pemukim memasuki kawasan Gharraba di barat laut Sinjil dan melakukan tindakan provokatif terhadap warga Palestina. Mereka juga melepas ternak mereka ke lahan milik warga Palestina di dekat desa Deir Jarir, sebelah timur Ramallah, sementara kelompok lain—di bawah perlindungan pasukan Israel—memasuki kawasan Jabal al-Qarqaa di antara al-Mazra'a al-Sharqiya dan Sinjil.
Di Nablus, kawanan domba milik seorang petani Palestina mati setelah minum dari sebuah sumur di dekat Gunung Ebal. Sumber setempat mengatakan kepada Anadolu bahwa pihak pendudukan telah meracuni air tersebut.
Penggerebekan meluas
Pasukan Israel juga menggerebek kawasan Karm Nimr di Beita, sebelah selatan Nablus.Kemudian pada Rabu, pihak pendudukan memasuki kota Beita dan sebuah balai pertemuan keluarga milik keluarga al-Sharafa; di sana, mereka melakukan tindakan yang digambarkan oleh kantor berita resmi Palestina, Wafa, sebagai tarian provokatif. Pasukan Israel kemudian memberi tahu keluarga tersebut bahwa balai itu akan ditutup selama dua hari.
Di Desa Duma yang terletak tak jauh dari situ -,sebelah tenggara Nablus,- pihak pendudukan merusak lebih dari 20 pohon zaitun dewasa, menurut keterangan sumber setempat kepada Anadolu. Pohon-pohon tersebut diperkirakan berusia antara 20 hingga 25 tahun.
Pasukan Israel juga menggerebek Beit Furik, sebelah timur Nablus, dan menggeledah beberapa rumah, sementara pasukan lainnya menggerebek kota Saer, sebelah utara Hebron, dan berpatroli di jalan-jalannya.
Di Hebron, seorang warga pendudukan dilaporkan mengarahkan senjata ke arah anak-anak Palestina di kawasan Khillet al-Natsh, di bagian selatan kegubernuran tersebut. Pasukan Israel juga menggerebek kamp pengungsi al-Arroub di sebelah utara Hebron, yang memicu bentrokan dengan para pemuda Palestina.
Di Yerusalem Timur yang diduduki, pasukan Israel menutup pos pemeriksaan Qalandia di sebelah utara kota bagi kendaraan, sehingga menyebabkan kemacetan lalu lintas yang parah. Antrean kendaraan mengular selama berjam-jam di pos pemeriksaan Qalandia dan Jaba di tengah pengetatan pembatasan oleh Israel.
Insiden-insiden terbaru ini terjadi di tengah eskalasi serangan oleh pihak pendudukan dan operasi militer Israel yang terus berlanjut di seluruh wilayah Tepi Barat yang diduduki sejak pecahnya genosida di Gaza pada Oktober 2023, serta diiringi dengan perluasan aktivitas permukiman ilegal, pembangunan jalan, dan pembatasan pergerakan warga Palestina.
Sekitar 750.000 warga pendudukan Israel tinggal di 156 permukiman ilegal dan 360 pos terdepan di seluruh Tepi Barat yang diduduki -,termasuk Yerusalem Timur,- dan melakukan tindakan agresi yang bertujuan untuk mengusir warga Palestina secara paksa. Pada 12 Agustus, PBB memperingatkan bahwa kekerasan oleh pihak pendudukan terhadap warga Palestina di Tepi Barat yang diduduki telah mencapai tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya.